Tuesday, March 10, 2026

Apresiasi Model Transportasi Berbasis Desa Adat di Nusa Dua, Gubernur Koster: Bisa Dicontoh

Apresiasi Model Transportasi Berbasis Desa Adat di Nusa Dua, Gubernur Koster: Bisa Dicontoh

Denpasar, Nawacita | Gubernur Wayan Koster menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan komunitas driver yang berbasis krama desa adat di kawasan pariwisata Nusa Dua. Menurut Koster, model pengelolaan transportasi yang melibatkan langsung masyarakat adat merupakan langkah positif dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Bali, khususnya di wilayah destinasi wisata.

“Bagus sekali jika desa adat dan krama desa sendiri yang menjalankan layanan di wilayahnya. Saya tentu sangat mendukung,” ujar Gubernur Koster saat menerima audiensi komunitas pengemudi taksi online yang tergabung dalam Taruna Nusa Dua Citraloka (TNDC) di Jayasabha, Denpasar, Minggu kemarin (8/3/2026).

Koster juga minta Dinas Perhubungan (Dishub) Bali segera memproses perizinan bagi para pengemudi yang belum melengkapi legalitas operasionalnya. Menurut Koster, keberadaan TNDC tidak hanya memberi peluang ekonomi bagi masyarakat lokal, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan bagi wisatawan.

- Advertisement -

“Ini ekonomi kerakyatan, memberdayakan warga lokal di Nusa Dua. Apalagi banyak driver yang bisa berbahasa Inggris, itu sudah sangat baik,” kata Koster.

Baca Juga: Gubernur Koster Pimpin Rakor Penanganan Sampah di Badung, TPA Suwung Segera Ditutup Bertahap

Koster bahkan mendorong agar pola serupa dapat diterapkan di destinasi wisata lain di Bali, sehingga manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

“Kalau bisa dipolakan juga di desa-desa lain yang menjadi tujuan wisata seperti Ubud dan Sanur. Ini bagus sekali untuk pemerataan ekonomi,” ucapnya.

Koster juga berpesan kepada para driver untuk menjaga persatuan dan kerukunan di antara sesama pengemudi, serta menjunjung tinggi etika dan sopan santun dalam melayani wisatawan.

“Selalu jaga persatuan, rukun sesama saudara driver. Jangan bertengkar. Jaga sopan santun dan etika dalam menjalankan tugas,” imbuhnya memberi pesan.

Ketua Taruna Nusa Dua Driver Online I Made Arta menjelaskan bahwa TNDC merupakan komunitas pengemudi yang berbasis krama adat di kawasan Nusa Dua. TNDC saat ini menaungi sekitar 516 driver yang telah beroperasi sejak 2019.

Baca Juga: Gubernur Koster: Konflik Timur Tengah Picu Penurunan Wisman ke Bali

Menurut I Made Arta, keberadaan TNDC dibangun melalui sinergi dengan pemerintah serta dilengkapi legalitas dan wadah koperasi. Ia menegaskan bahwa sistem yang dijalankan juga mengedepankan kearifan lokal.

“Komunitas ini berbasis krama adat di Nusa Dua. Yang bisa mengambil penumpang di kawasan tersebut adalah krama adat setempat. Kami juga tidak memiliki masalah dengan pengemudi konvensional,” ujar I Made Arta.

I Made Arta menambahkan, para driver TNDC juga berkomitmen menjalankan arahan pemerintah daerah dengan tetap menghormati nilai-nilai budaya Bali serta prinsip Tri Hita Karana dalam aktivitas mereka sehari-hari.

“Kami selalu menjaga etika, berpakaian rapi, bahkan pada hari-hari tertentu menggunakan pakaian adat Bali,” tutur I Made Arta. jppn

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru