Nawacita.co – Di tengah eskalasi konflik, Iran mengumumkan perkembangan besar di dalam negeri.
Kantor berita Mehr Iran mengutip Ayatollah Seyyed Ahmad Alam al-Huda, melaporkan seorang pemimpin baru telah ditunjuk oleh Majelis Ulama Iran.
Namun hingga kini nama pemimpin tersebut belum diumumkan ke publik.
“Semua rumor dan berita yang mencoba menggambarkan bahwa Majelis Ulama belum membuat keputusan adalah kebohongan semata,” kata al-Huda dikutip, Minggu (8/3/2026).
Baca Juga: Amerika Klaim Pesawat Bomber Siluman B-2 Hancurkan Fasilitas Peluncur Rudal Iran di Bawah Tanah
Sementara itu, dua ulama berpengaruh di Iran sebelumnya juga mendesak agar pemimpin baru segera ditetapkan demi menjaga stabilitas pemerintahan.
Di sisi lain, militer Israel (IDF) memperingatkan akan menargetkan siapa pun yang terlibat dalam proses penunjukan pemimpin baru Iran.
“Kami memperingatkan semua pihak yang berniat berpartisipasi dalam pertemuan pemilihan penerus bahwa kami juga tidak akan ragu untuk menargetkan Anda. Ini adalah peringatan!” kata IDF dalam unggahan berbahasa Persia di X.
Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyatakan Washington seharusnya memiliki peran dalam menentukan pemimpin baru Iran.
Namun pernyataan tersebut langsung ditolak oleh pemerintah Iran.*


