Friday, March 6, 2026

Menteri LH Puji Surabaya, Sebut Pengelolaan Sampahnya Setara Kota-Kota Eropa

Menteri LH Puji Surabaya, Sebut Pengelolaan Sampahnya Setara Kota-Kota Eropa

Surabaya, Nawacita | Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, memuji kinerja Pemerintah Kota Surabaya dalam pengelolaan sampah. Ia menyebut Surabaya sebagai kota dengan sistem pengelolaan sampah terbaik secara nasional, bahkan secara visual dinilai setara dengan kota-kota besar di Eropa yang memiliki budaya pengelolaan sampah yang baik.

Hal tersebut disampaikan Hanif usai menghadiri kegiatan Korve Kalimas dalam rangka gerakan Indonesia asri, Jumat (6/3/2026). Hanif juga mengatakan bahwa kondisi jalan protokol di Surabaya sudah mencerminkan kota yang memiliki kesadaran tinggi terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah.

“Secara visual jalan protokolnya sudah sebanding dengan kota-kota besar di Eropa yang memiliki budaya pengelolaan sampah yang sangat tinggi. Ketika masuk lebih dalam ke wilayah kota, Surabaya juga terus berbenah dan nilainya sangat tinggi, bahkan tertinggi secara nasional,” ujar.

- Advertisement -

Ia juga menyoroti keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Benowo yang terus dikawal oleh pemerintah pusat. Menurutnya, PLTSa Benowo sangat berperan penting dalam pengelolaan sampah.

Lebih lanjut, Hanif mengungkapkan bahwa dari sekitar 1.800 ton sampah yang masuk ke sistem pengolahan, lebih dari 1.000 ton dapat diolah melalui fasilitas tersebut. Sementara sisanya sekitar 800 ton akan dikelola bersama daerah sekitar Surabaya. Pemerintah juga telah mengusulkan kepada Presiden untuk membangun fasilitas pengolahan sampah tahap kedua di Surabaya.

Baca Juga: Penandatanganan Kerja Sama Pemkot Surabaya-Kejati Jatim, Sinergi Perkuat Pemulihan Aset Milik Negara

“Artinya nanti akan ada dua fasilitas pengolahan sampah di Surabaya. Kota ini sudah mampu menangani sekitar 95 persen sampahnya. Ini angka tertinggi di kota besar di Indonesia,” katanya.

Menurutnya, sangat jarang kota besar di Indonesia yang mampu menyelesaikan persoalan sampah secara hampir menyeluruh seperti Surabaya.

Meski demikian, Hanif mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah dan masyarakat terlena. Ia menegaskan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya karena teknologi tersebut merupakan cara paling efektif dalam pengelolaan sampah.

“Pemilahan sampah adalah teknologi paling mutakhir dalam penanganan sampah. Jika masyarakat disiplin memilah, maka sampah memiliki nilai ekonomi dan sisanya baru masuk ke pengolahan energi,” tegasnya.

Selain pengelolaan sampah, Kementerian Lingkungan Hidup juga menilai kualitas udara di Surabaya cukup baik. Namun ia mengingatkan masih ada pekerjaan rumah terkait peningkatan kualitas air yang memerlukan kerja sama lintas daerah.

Hanif pun berharap kota-kota lain di Indonesia dapat belajar dari Surabaya dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Saya sangat bangga. Kami berharap para Walikota di daerah lain bisa melakukan studi banding ke Surabaya untuk melihat bagaimana kota ini bisa sampai pada titik ini,” ujarnya.

Baca Juga: Garage Day Surabaya 2026, Momen Berbagi dan Peduli kepada Keluarga Prasejahtera di Bulan Ramadan

Sementara itu, Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan kunjungan Menteri Lingkungan Hidup semakin menguatkan keyakinan masyarakat bahwa program pemilahan sampah yang dijalankan di Surabaya sudah sejalan dengan amanat undang-undang.

Ia menjelaskan bahwa hotel dan pusat perbelanjaan di Surabaya sudah diwajibkan melakukan pemilahan sampah secara mandiri. Selain itu, pengangkutan sampah juga harus menggunakan kendaraan tertutup atau compactor.

“Hotel dan mal sudah wajib memilah sampahnya sendiri. Pengangkutan juga harus menggunakan compactor, tidak boleh terbuka,” kata Eri.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan memperkuat kemandirian pengelolaan sampah di tingkat kampung maupun tempat usaha sehingga dapat mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Dengan begitu, kemandirian pengelolaan sampah di masing-masing kampung dan tempat usaha akan semakin kuat dan beban APBD dalam penanganan sampah bisa berkurang,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru