Nawacita.co – Sektor pariwisata global menghadapi tantangan besar.
Beberapa destinasi yang dulunya dianggap sebagai surga dunia kini mulai kehilangan pesonanya akibat overtourism (kelebihan turis), kerusakan lingkungan, biaya yang meroket, hingga komersialisasi berlebihan.
Tempat-tempat yang dulunya menawarkan ketenangan budaya dan keindahan alam, kini berubah menjadi kawasan yang padat, macet, dan mahal.
Wisatawan pun mulai merasakan bahwa “jiwa” dari destinasi tersebut perlahan memudar.
Baca Juga: Pariwisata Jateng Unggul Nasional, Gubernur Andalkan Aglomerasi dan Penguatan Potensi Desa
Berikut destinasi populer dunia yang dinilai mulai kehilangan daya tariknya, sebagaimana dirangkum dari laporan perjalanan terbaru:
1. Phuket, Thailand
Meskipun masih menjadi primadona wisata tropis, pesona asli Phuket mulai tergerus pembangunan resor yang mendominasi garis pantai.
Masalah lingkungan seperti kerusakan terumbu karang dan penumpukan sampah menjadi isu utama. Budaya lokal dan desa nelayan yang tenang kini makin tertutup oleh pariwisata komersial.
2. Dubrovnik, Kroasia
Berkat popularitasnya sebagai lokasi syuting film, “Mutiara Adriatik” ini dibanjiri penumpang kapal pesiar setiap harinya.
Baca Juga: 5 Wisata Banyuwangi Cocok untuk Keluarga
Jalanan kota tua yang bersejarah menjadi macet total. Banyak toko dan restoran kini hanya melayani selera turis, membuat wisatawan sulit menikmati pesona sejarah kota ini dengan tenang.
3. Venesia, Italia
Kota kanal yang romantis ini terus berjuang melawan gelombang turis yang tak terbendung. Jalan-jalan sempit kini penuh sesak, dan kehadiran kapal pesiar besar mengganggu kehidupan lokal serta infrastruktur kota.
Pasar terapung dan alun-alun terasa makin komersil, membuat Venesia terasa kurang tenang dibandingkan masa lalu.
4. Mykonos, Yunani
Dikenal dengan bangunan putih dan kehidupan malamnya, Mykonos kini dianggap terlalu mahal dan padat.
Baca Juga: Video Syur Bule di Pantai Kelingking Tersebar di Medsos, Ikon Wisata Bali Tercoreng
Masuknya turis kelas atas mengubah karakter asli pulau ini. Toko butik dan distrik hiburan terasa sangat komersial, menghilangkan sisi otentik yang dulu menjadi daya tarik utamanya.
5. Barcelona, Spanyol
Terkenal dengan arsitektur Gaudi dan pantainya, Barcelona kini menghadapi masalah serius akibat lonjakan penyewaan jangka pendek dan biaya hidup yang mahal bagi warga lokal.
Lingkungan yang dulunya otentik kini didominasi turis, sementara lokasi populer seperti La Rambla dan Park Güell terasa sangat semrawut.
6. Cancun, Meksiko
Sebagai tujuan favorit pelancong musim semi (spring breakers), Cancun kini dianggap terlalu padat dengan pembangunan hotel beton yang menutupi pantai.
Area wisata sangat mendominasi budaya lokal, dan masalah polusi mulai mengancam ekosistem sekitar, membuat suasananya terasa “buatan”.
Baca Juga: 80 Persen Destinasi Wisata Aceh Terdampak Banjir dan Longsor
7. Bali, Indonesia
Pulau Dewata masuk dalam daftar ini karena dampak pariwisata yang tak terkendali. Meskipun kekayaan budayanya masih kuat, area populer kini mengalami kemacetan parah dan masalah sampah plastik.
Pembangunan yang masif membuat beberapa desa terasa lebih komersial daripada otentik, ditambah dengan harga akomodasi yang terus naik.***


