Saturday, March 28, 2026

Mahasiswa Untag Surabaya Edukasi Pembuatan Pupuk Cair dari Sampah Rumah Tangga di Pacet

Oleh Zahwa Firdausa
Mahasiswa Administrasi Negara Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Didampingi I Gde Sandy Satria, S.H., M.H., Dosen Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Mojokerto, nawacita – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar kegiatan edukasi pembuatan pupuk cair dari sampah rumah tangga di Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pelajar, tentang pentingnya pengelolaan sampah organik sekaligus mendukung praktik pertanian ramah lingkungan.

Edukasi tersebut dilaksanakan di SMK Walisongo Pacet pada Senin, 12 Januari 2026, dan diikuti oleh para siswa. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN memperkenalkan cara sederhana mengolah sampah dapur seperti kulit buah, sisa sayuran, dan limbah organik lainnya menjadi pupuk cair yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman.

Koordinator KKN Untag Surabaya menjelaskan bahwa pupuk cair berbahan sampah rumah tangga memiliki berbagai manfaat, antara lain meningkatkan kesuburan tanah, mempercepat pertumbuhan tanaman, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Selain itu, proses pembuatannya relatif mudah sehingga dapat diterapkan oleh masyarakat di rumah masing-masing.

KKN Untag

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi singkat mengenai tujuan dan manfaat pupuk kompos cair, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan berbasis praktik langsung. Para siswa dibekali pengetahuan mulai dari pemilahan sampah organik, proses fermentasi, hingga cara penggunaan pupuk cair pada tanaman. Metode praktik ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri.

Selain pelatihan pembuatan pupuk cair, mahasiswa KKN Untag Surabaya juga memberikan edukasi tentang dampak negatif sampah rumah tangga apabila tidak dikelola dengan baik. Sampah organik yang menumpuk dapat menimbulkan bau tidak sedap serta berpotensi mencemari lingkungan. Oleh karena itu, pengolahan sampah menjadi pupuk cair dinilai sebagai solusi sederhana namun efektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Pihak SMK Walisongo Pacet menyambut baik kegiatan tersebut karena sejalan dengan program pendidikan lingkungan hidup di sekolah. Guru pendamping berharap pengetahuan yang diperoleh siswa dapat diterapkan secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Kegiatan ini juga membuka ruang diskusi mengenai peluang pengembangan pupuk cair sebagai produk bernilai ekonomis. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa pupuk cair dari sampah rumah tangga berpotensi dikembangkan menjadi usaha kecil, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki ketersediaan bahan baku melimpah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Untag Surabaya berharap masyarakat Desa Pacet semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan edukasi semata, tetapi juga mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Bank Jatim
idulfitri

Terbaru