Pelatihan tersebut sangatlah penting guna meningkatkan keakuratan data sebelum nantinya petugas akan melakukan pendataan secara “door to door” pada bulan Oktober 2025.
“DTSEN adalah program strategis pemerintah untuk menyatukan data kependudukan dan sosial ekonomi warga dengan mencocokkannya menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK),” jelas Fikser.
Fikser menjelaskan, tujuan utama pemutakhiran data terdapat tiga tujuan utama, diataranya agar pemerintah memiliki satu sumber data yang sama.
Kedua, menjamin program yang diterjunkan pemerintah tepat sasaran, dikarenakan kondisi perekonomian masyarakat yang dinamis.
“Tanpa data terbaru, bantuan sosial akan berisiko salah sasaran. Ini adalah upaya kami meminimalisir inclusion error dan exclusion error,” tuturnya.
Sedangkan yang ketiga, ialah pembangunan jangka panjang, untuk mendukung pembangunan jangka panjang dibutuhkan data dan perencanaan yang akurat.
“Khususnya dalam merancang intervensi di sektor kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan berbasis bukti (evidence-based),” pungkasnya.