Kepodang Emas 80 Tahun: Makna Filosofi ‘Ngopeni Nglakoni Jateng’ untuk Kemajuan Daerah
Klaten, Nawacita | Pada perayaan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah, ada sentuhan simbolis penuh makna. Logo “80” bukan sekadar angka biasa, melainkan dibentuk menyerupai burung Kepodang Emas, satwa khas Jawa Tengah.
Logo tersebut terlahir dari Yusup Kristiyanto warga Dusun Tunggul, RT 03 RW 4, Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Menurutnya, desain angka 80 yang dibuatnya itu, menggambarkan seekor burung Kepodang Emas sedang meloloh atau menyuapi makan anaknya. Itu memberikan kesan atas slogan “Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah” yang diusung Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Yusup menjelaskan, burung Kepodang Emas telah lama menjadi simbol kearifan lokal di daerah Jawa Tengah. Suaranya merdu, bulu kuning keemasannya indah, serta mempunyai karakter penuh perhatian pada anaknya. Hal itu dia anggap mengilhami semangat kebersamaan dan kepedulian.
“Makna kata meloloh mengacu pada proses memberi makan pada anaknya. Artinya itu Ngopeni supaya bisa bertumbuh. Burung Kepodang Emas juga dikenal dengan keindahan bulunya dan perilaku baik suka membersihkan diri (Nglakoni) dengan merasakan kehidupan nyata, menghilangkan berbagai keburukan supaya bisa mapan,” ujar Yusuf, saat ditemui di rumahnya, Selasa (12/8/2025).
Baca Juga: Gemerlap Lights Wonderland akan Warnai Grand Maerakaca Taman Mini Jateng
Tamatan akuntansi di sebuah sekolah kejuruan itu menambahkan, Kepodang Emas melambangkan kekompakan, keselarasan, dan keindahan budi pekerti. Selain itu, juga sering dikaitkan dengan simbol kejayaan, kemakmuran, serta keberlanjutan.
“Sehingga hal ini dirasa selaras untuk merepresentasikan semangat pemerintah dalam Ngopeni serta Nglakoni Jawa Tengah, dengan kesederhanaan, totalitas, serta ketulusan hati, dalam mewujudkan seluruh masyarakat Jawa Tengah yang mapan serta bertumbuh. Filosofi inilah yang mendasari terbentuknya desain logo semangat Hari Jadi ke-80, menuju Jateng Mapan dan Tumbuh,” ungkapnya.
Logo tersebut mengemas pesan yang sederhana namun mendalam, yakni Jawa Tengah telah mapan di usianya yang ke-80 tidak berhenti berkembang, tetapi terus bertumbuh seperti anak Kepodang yang kelak akan terbang mandiri. Filosofi ini menjadi pengingat, keberhasilan bukan akhir perjalanan, melainkan bagian dari siklus kehidupan yang terus dipelihara.
Dengan visual elegan dan narasi yang kuat, peringatan Hari Jadi Jateng tahun ini diharapkan bukan hanya soal angka, melainkan refleksi perjalanan panjang dan tekad, untuk menatap masa depan dengan hati memelihara, serta langkah yang mantap.
Baca Juga: Peringatan Hari Jadi ke-80 Jateng Digelar di 3 Daerah, Ini Sejumlah Acaranya
“Harapan saya, apa yang telah menjadi visi dan misi Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur yaitu Ngopeni Nglakoni benar-benar dapat dirasakan semua lapisan masyarakat di Jawa Tengah. Sehingga, Jawa Tengah benar-benar mapan dan terus bertumbuh,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah, Agung Hariyadi, menuturkan, penentuan logo Hari Jadi Ke-80 Jawa Tengah dilakukan melalui sayembara. Hal itu untuk memberikan ruang kreatif, sekaligus melibatkan masyarakat secara langsung.
“Jadi tiap tahun kita lakukan sayembara untuk menentukan logo hari jadi Jawa Tengah, termasuk Hari Jadi ke-80 ini. Sehingga, tidak semata-mata dari internal, tapi masyarakat luas untuk ikut berkontribusi,” ujarnya.
Dijelaskan, antusias masyarakat sangat tinggi untuk mengikuti sayembara kali ini. Ada sebanyak 632 peserta yang mengirimkan karya logo.
Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Industri Hijau di Jateng Terus Tumbuh
“Semua karya peserta sangat bagus. Sehingga, dilakukan seleksi secara objektif dan profesional,” ungkap Agung.
Menurutnya, logo yang terpilih dan ditampilkan bukan hanya sebagai angka, tetapi memiliki filosofi dan harapan bersama untuk Jawa Tengah ke depan.
“Tentu makna dan filosofi logo seiring dengan visi misi Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah, serta tema Mapan dan Bertumbuh,” tambahnya.
Sehingga, papar Agung, Hari Jadi ke-80 Jawa Tengah menjadi momentum kesadaran dalam membangun dan berkontribusi secara bersama, untuk Jawa Tengah lebih baik.
“Perayaan akan digelar secara penuh kesederhanaan tapi memiliki nilai semangat untuk menjadi lebih baik, Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah, sehingga bisa mapan dan bertumbuh,” terangnya. jtgprv

