Ekonomi Jatim Triwulan II Tumbuh 5,23 Persen, Sektor Pertanian dan Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama
Surabaya, Nawacita.co – Perekonomian Jawa Timur menunjukkan tren pertumbuhan positif pada Triwulan II tahun 2025, mencerminkan ketahanan dan dinamika ekonomi daerah yang terus bergerak maju.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp849,30 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp509,45 triliun.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Zulkipli menyampaikan, Jika dibandingkan dengan Triwulan I-2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 3,09 persen (quarter to quarter). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi disumbang oleh Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang melonjak hingga 16,53 persen.
“Kenaikan ini mencerminkan keberhasilan musim panen dan peningkatan aktivitas sektor agro yang menjadi kekuatan utama perekonomian daerah,” ujar Zulkipli saat pemaparannya.
Sementara itu, Zulkipli menjelaskan dari sisi pengeluaran, Komponen Konsumsi Pemerintah menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan signifikan sebesar 16,42 persen, menandakan peran belanja negara yang semakin strategis dalam menopang pemulihan dan pembangunan daerah.
Baca Juga: Jatim Pasang Target Rp147 T, Sektor Alas Kaki dan Garmen Jadi Strategi Baru
Ia juga mengungkapkan, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year), ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,23 persen, menunjukkan pemulihan ekonomi yang semakin menguat pasca-pandemi. Pertumbuhan tertinggi secara produksi dicatat oleh Lapangan Usaha Jasa Perusahaan, yang meningkat hingga 9,76 persen, menandakan meningkatnya permintaan terhadap jasa profesional dan bisnis di wilayah ini.
“Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mencatat pertumbuhan impresif sebesar 7,67 persen, mencerminkan daya saing produk Jawa Timur di pasar internasional yang semakin meningkat,” ungkap Kepala BPS Jatim itu.
Ia menambahkan Secara struktur, Lapangan Usaha Industri Pengolahan tetap menjadi tulang punggung ekonomi Jawa Timur dengan kontribusi sebesar 31,10 persen terhadap total PDRB. Sementara dari sisi pengeluaran, Konsumsi Rumah Tangga masih menjadi komponen dominan, menyumbang 60,98 persen dari total pengeluaran.
“Kedua indikator ini menegaskan pentingnya sektor manufaktur dan daya beli masyarakat dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur,” ucap Zulkipli.
Zulkipli memandang dengan capaian ini, Jawa Timur memperkuat posisinya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga momentum pertumbuhan ini dengan tetap memperkuat sektor strategis, mendorong inovasi, serta menjaga daya beli masyarakat.
Reporter: Alus

