PJs Restu Novi: Tidak Boleh Ada Anak Disabilitas Yang Tidak Terfasilitasi
Surabaya, Nawacita | PJs Wali Kota Surabaya, Restu Novi, melakukan kunjungan ke Rumah Anak Prestasi (RAP) Dukuh Menanggal, Senin (11/11/2024).
Pada kunjungannya, PJs Restu Novi yang juga menjabat sebagai kepala Dinas Sosial Jawa Timur melihat serta mengapresiasi seluruh fasilitas yang dimiliki oleh RAP Dukuh Menanggal.
PJs Restu Novi pun mengapresiasi hadirnya RAP Dukuh Menanggal yang mampu memfasilitasi pendidikan dan terapi dari anak berkebutuhan khusus di Kota Surabaya.
“Saya mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bahwa tempat ini komplit dan hadir untuk melayani masyarakat yang memiliki anak berkebutuhan khusus, inilah wadahnya yang disediakan Pemkot Surabaya agar anak-anak bisa terfasilitasi,” ungkap PJs Restu Novi.
Ia pun berharap berbagai dinas terkait diantaranya Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak maupun dinas lainnya agar terus menginformasikan adanya layanan RAP Dukuh Menanggal pada masyarakat.

“Ada kerjasama yang baik antara Dinas Pendidikan dan Rumah Anak Prestasi ini sehingga anak sesudah pulang sekolah dapat menambah kegiatannya disini. Apabila ada warga Surabaya yang belum mengetahui lokasi ini agar diinformasikan, agar seluruh anak berkebutuhan khusus harus mendapatkan layanan yang sama,” ujar PJs Restu Novi.
Hadirnya RAP Dukuh Menanggal juga diharapkan mampu memfasilitasi seluruh anak berkebutuhan khusus agar mendapatkan layanan yang sama supaya tidak ada lagi anak yang tidak terfasilitasi layanan yang seharusnya dibutuhkan bagi anak tersebut.
“Inilah fungsi kehadiran kita untuk kaum disabilitas agar sesuai dengan tagline ‘Aku, Kamu, Kita Setara’ kita harus komitmen berkolaborasi agar no one left behind. Karena disini dari segi agama ada, pendidikan, ketrampilan belajar menjahit, musik, fotografi, dan masih banyak lainnya. Ini sangat keren,” ucap PJs Restu Novi.
Sementara itu Sumila nenek dari Almira, salah satu anak yang mengikuti program dari Rumah Anak Prestasi mengapresiasi hadirnya dampak positif dari pembelajaran yang ada.
“Hampir tiga bulan, dulunya tidak bisa baca tapi sekarang sudah bisa baca dan banyak perkembangan positif yang ada pada cucu saya,” pungkas Sumila. (Gio)

