Pemkot Surabaya Siapkan Lomba Kampung Pancasila, 1.360 RW Wajib Daftar
Surabaya, Nawacita.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menggelar Lomba Kampung Pancasila 2026 mulai September hingga Desember. Sebanyak 1.360 RW di 153 kelurahan ditargetkan ambil bagian dalam kompetisi yang menilai empat pilar utama, yakni lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, serta sosial budaya.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Kampung Pancasila yang juga Kepala BPBD Kota Surabaya, Irvan Widyanto, mengatakan seluruh RW di Kota Surabaya diharapkan mengikuti lomba bersama seluruh RT yang berada di wilayahnya.
“Lomba Kampung Pancasila itu basis penilaiannya tetap pada empat pilar,” ujar Irvan, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, aspek lingkungan akan menitikberatkan pada upaya warga mengurangi dan mengelola sampah, terutama melalui pemilahan sejak dari rumah. Setiap rumah tangga diharapkan telah menerapkan pemilahan sampah dari sumber.
Selain lingkungan, pilar kemasyarakatan akan melihat kondisi keamanan di tingkat RT dan RW. Indikatornya antara lain pelaksanaan jadwal keamanan, pemanfaatan CCTV, serta berbagai upaya mencegah terjadinya pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Baca Juga : Pemkot Surabaya Gelar Pasar Murah di 31 Kecamatan, Harga Pangan di Bawah Pasaran
Sementara pilar ekonomi akan menilai kepedulian dan kemandirian ekonomi warga. Salah satu indikator yang diperhatikan adalah keterlibatan masyarakat dalam membantu warga kurang mampu melalui donasi, sekaligus dukungan terhadap perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Di level RT dan RW, bagaimana warga yang mampu bisa membantu warga yang kurang mampu. Itu filosofinya, termasuk sampai pelaku UMKM,” jelasnya.
Adapun pilar sosial budaya mencakup sektor kesehatan dan pendidikan. Perhatian terhadap warga, termasuk anak yang mengalami putus sekolah, menjadi salah satu bagian yang turut dinilai.
Irvan menyebut 1.360 RW yang tersebar di 153 kelurahan menjadi sasaran peserta Lomba Kampung Pancasila 2026. Setiap RW diwajibkan mendaftarkan wilayahnya bersama seluruh RT yang berada di dalamnya.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui formulir yang disiapkan Pemkot Surabaya. Launching dijadwalkan berlangsung September 2026, sedangkan seluruh tahapan kompetisi berlangsung hingga Desember.
Baca Juga : Pemkot Surabaya Titipkan Anak Pasutri yang Viral di Rumah Aman, Tunggu Kepastian Hak Asuh
“Bulan September akan ada launching, dan tahapan lombanya mulai September sampai Desember 2026,” katanya.
Tahapan lomba meliputi launching, registrasi daring, seleksi administrasi, hingga verifikasi lapangan. Salah satu komponen seleksi administrasi berasal dari data dalam aplikasi Sayang Warga.
Melalui aplikasi tersebut, RT dan RW melakukan self assessment secara rutin setiap bulan. Data yang diisi oleh Kader Surabaya Hebat (KSH) juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan karena akan menghasilkan skor dalam proses penilaian.
“Pak RT dan Pak RW harus mengecek pengisian di aplikasi Sayang Warga yang dilakukan oleh ibu-ibu KSH,” pesan Irvan.
Setelah seleksi administrasi, tim juri akan melakukan verifikasi lapangan. Tim penilai melibatkan perangkat daerah Pemkot Surabaya, akademisi, media, hingga praktisi.
Dari total 1.360 RW, verifikasi lapangan tahap pertama akan menyaring peserta menjadi 500 RW terbaik. Selanjutnya, 500 RW tersebut kembali mengikuti verifikasi lapangan tahap kedua untuk menentukan 200 RW terbaik.
“Dari 1.360 RW nanti akan disaring menjadi 500 besar RW. Setelah itu dilakukan verifikasi lapangan kedua untuk menyaring menjadi 200 RW terbaik,” jelasnya.
Sebanyak 200 RW tersebut kemudian dibagi dalam dua kategori berdasarkan jumlah RT. RW A merupakan wilayah yang memiliki lebih dari 10 RT, sedangkan RW B memiliki kurang dari 10 RT. Dari proses tersebut akan ditentukan 165 RW terbaik.
Irvan menegaskan keempat pilar tetap memiliki keterkaitan dalam menentukan hasil penilaian. Namun, pilar lingkungan dan ekonomi akan memperoleh bobot penilaian lebih besar.
Untuk aspek lingkungan, penilaian mencakup pemilahan dan pengolahan sampah di tingkat rumah tangga, RT, maupun RW. Sedangkan aspek ekonomi menilai geliat usaha warga serta kepedulian masyarakat melalui dukungan dan donasi bagi warga yang membutuhkan.
“Penilaian terbesar berasal dari pilar lingkungan dan pilar ekonomi. Dua pilar ini dibantu oleh pilar kemasyarakatan dan sosial budaya,” terangnya.
Menjelang launching, Irvan meminta perangkat daerah terkait mulai melakukan edukasi dan memberikan motivasi kepada RT dan RW. Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh wilayah siap mengikuti rangkaian Lomba Kampung Pancasila 2026.
“Para PD pengampu sudah bisa melakukan edukasi dan motivasi terhadap RT dan RW terkait lomba Kampung Pancasila,” pungkasnya.
Reporter: Rovallgio




