JAKARTA, nawacita – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tak cuma mengalokasikan anggaran besar pembangunan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di Jawa Barat senilai Rp4,45 triliun. Hal serupa juga dikebut Kementerian ESDM senilai Rp3,82 triliun di sejumlah daerah di Jawa Timur.
Berdasarkan data tender pemerintah, proyek tersebut memiliki kode 10157095000 dengan nama Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga Kota Depok, Kabupaten Jombang, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Pasuruan.
Nilai pagu anggaran sekaligus Harga Perkiraan Sendiri (HPS) proyek tersebut mencapai Rp3.822.407.767.400. Anggaran bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dan pelaksanaannya berada di bawah satuan kerja Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM.
Tender dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli hingga 30 September 2026 dengan metode pengadaan tender. Proyek ini masuk kategori pekerjaan konstruksi dan diperuntukkan bagi badan usaha dengan kualifikasi usaha besar.
Adapun metode evaluasi yang digunakan adalah harga terendah ambang batas, sementara mekanisme pembayaran dilakukan secara lumsum.
Jombang, Lamongan dan Pasuruan
Dari empat wilayah yang masuk dalam paket pekerjaan tersebut, tiga di antaranya berada di Jawa Timur, yakni Kabupaten Jombang, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Pasuruan. Satu wilayah lainnya adalah Kota Depok, Jawa Barat.
Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi langsung ke rumah tangga. Dengan pembangunan jargas, masyarakat di wilayah sasaran nantinya diharapkan memperoleh akses terhadap jaringan gas bumi sebagai salah satu sumber energi untuk kebutuhan rumah tangga.
Khusus Jawa Timur, masuknya Jombang, Lamongan dan Pasuruan dalam proyek jargas nasional menjadi perhatian karena pembangunan infrastruktur tersebut dapat memperluas akses energi berbasis gas sekaligus membangun jaringan distribusi energi di kawasan permukiman.

Dua proyek jargas tembus Rp8 triliun
Jika digabungkan dengan paket pembangunan jargas yang sebelumnya ditenderkan Kementerian ESDM untuk Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Cirebon, nilai dua paket proyek tersebut mencapai sekitar Rp8,27 triliun.
Paket pertama memiliki nilai HPS sekitar Rp4,445 triliun, sedangkan paket kedua yang mencakup Kota Depok, Jombang, Lamongan dan Pasuruan mencapai Rp3,822 triliun.
Dengan demikian, terdapat sedikitnya dua paket besar pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga yang masuk proses tender pada 2026 dengan nilai gabungan lebih dari Rp8 triliun.
Pembangunan jargas ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat infrastruktur gas bumi sekaligus meningkatkan pemanfaatan gas sebagai sumber energi untuk kebutuhan rumah tangga.
Untuk paket senilai Rp3,82 triliun tersebut, proses pengadaan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dengan sumber pendanaan APBN 2026. Detail proses tender tersedia melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) pemerintah.




