Tuesday, July 16, 2024
HomeDAERAHKetua Fatayat NU Surabaya, Camelia Habiba, Prihatin dengan Maraknya Judi Online

Ketua Fatayat NU Surabaya, Camelia Habiba, Prihatin dengan Maraknya Judi Online

Ketua Fatayat NU Surabaya, Camelia Habiba, Prihatin dengan Maraknya Judi Online

Surabaya, Nawacita – Ketua Fatayat NU Surabaya, Camelia Habiba, turut menyuarakan keprihatinannya terkait maraknya judi online yang semakin meresahkan masyarakat.

Habiba mendorong Pemkot untuk memperkuat ketahanan keluarga dan berkolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan serta departemen keagamaan. Ia menekankan pentingnya penguatan iman dan takwa untuk menciptakan keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah.

“Mereka diberi bimbingan tentang cara membangun keluarga sakinah di tengah berbagai masalah yang dihadapi umat saat ini, serta maraknya godaan dari digitalisasi,” kata Habiba pada Jumat (5/7).

Habiba menjelaskan bahwa digitalisasi memiliki sisi positif dan negatif, memberikan manfaat namun juga menimbulkan banyak dampak buruk.

” dia mendorong pemerintah untuk bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan dalam memberantas judi online,” ungkapnya

Baca Juga : Camelia Habiba Berharap Kepada Pemkot Surabaya Terus Memaksimalkan Teknologi Digital

Selain itu, Habiba juga mendorong aparat kepolisian, khususnya tim siber, untuk bekerja efektif dalam mengurangi peredaran judi online dan melakukan sosialisasi terkait keamanan siber.

Habiba juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi oleh pemerintah kota, karena ia percaya bahwa salah satu faktor pendorong maraknya judi online adalah kebutuhan ekonomi keluarga yang belum terpenuhi.

“Akibatnya, mereka mencari jalan pintas melalui judi online, menjadi candu, penasaran, lalu ketergantungan dan terjebak,” terang Wakil Ketua Komisi A Surabaya tersebut.

Habiba menjelaskan bahwa dampak dari judi online sangat mengkhawatirkan, dengan meningkatkan kasus kriminalitas seperti curanmor bahkan menyebabkan kehilangan nyawa manusia.

Menurutnya, ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi harus melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat dan aparat, untuk bekerja sama dalam menyelamatkan masyarakat dari bahaya judi online tersebut.

“Jadi, fenomena judi online yang sedang marak ini tidak hanya menyebabkan keretakan dalam rumah tangga dan keharmonisan keluarga, tetapi juga berdampak pada kondisi ekonomi,” ujar Habiba.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru