Tuesday, July 16, 2024
HomeDAERAHMendengar Aspirasi Pekerja, Adhy Karyono Dorong Evaluasi Skema Tapera

Mendengar Aspirasi Pekerja, Adhy Karyono Dorong Evaluasi Skema Tapera

Surabaya, Nawacita – Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) tetap menjadi polemik yang masih belum usai. Pemerintah harus evaluasi ulang tentang PP Nomor 21 Tahun 2024, yang merupakan perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020.

Penolakan bagi Peserta Pekerja dan Peserta Pekerja Mandiri tetap gencar disuarakan. Tidak setujunya para pekerja dikarenakan beban pengeluaran bertambah akan tetapi pendapatan mereka tetap.

Dimana dengan rinciannya, bagi Peserta Pekerja, 0,5 persen dari simpanan ditanggung oleh pemberi kerja, sementara 2,5 persen sisanya ditanggung oleh pekerja. Sedangkan Peserta Pekerja Mandiri diwajibkan membayar penuh 3 persen dari gaji mereka.

Terkait hal tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, memberikan tanggapannya terhadap penolakan tersebut. Adhy menyatakan bahwa meskipun program Tapera memiliki niat baik, mekanismenya perlu dievaluasi kembali.

“Itu kebijakan pusat ya, kan kita sedang menunggu ya bagaimana plus minusnya tentu kan dievaluasi kembali, tentu pada prinsipnya semua orang mau pekerja apapun butuh rumah,” kata Adhy, saat dikonfirmasi dalam sebuah acara di Surabaya, Rabu pagi (3/7/2024).

Adhy menambahkan bahwa masalah utama terletak pada mekanisme yang diterapkan. Terdapat kasus pekerja sudah ada yang kredit rumah dan ada karyawan yang belum memiliki rumah. Ia berpendapat dua hal tersebut harus dibedakan.

“Kebutuhan masyarakat sangat beragam dan prioritas setiap orang berbeda-beda. Dengan adanya penolakan dan tanggapan ini, diharapkan evaluasi terhadap skema Tapera dapat dilakukan untuk mencari solusi terbaik bagi semua pihak yang terlibat,” jelas Adhy. (Al)

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru