Thursday, July 18, 2024
HomeDAERAHSurabaya akan Selenggarakan Nikah Massal pada 3 Juli

Surabaya akan Selenggarakan Nikah Massal pada 3 Juli

Surabaya akan Selenggarakan Nikah Massal pada 3 Juli

Surabaya, Nawacita | Sebelum pelaksanaan nikah massal pada 3 Juli 2024 mendatang. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan pembekalan bagi peserta Isbat Nikah Lontong Kupang (Layanan Online Terpadu One Gate System) tahun 2024, di Empire Palace, Rabu (19/6/2024).

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 330 pasangan mengikuti pemeriksaan kesehatan dan melakukan fitting busana pengantin.

Lontong Kupang (Layanan Online dan Terpadu Melalui One Gate System antara Disdukcapil kota Surabaya, Pengadilan Agama Surabaya, dan Kementerian Agama Surabaya).

Layanan yang tersedia dari Lontong Kupang yaitu Isbat Nikah yang merupakan inovasi layanan berupa sidang yang dilaksanakan di tempat. Kemudian pemohon yang mendaftar layanan Lontang Kupang secara online melalui aplikasi dapat mengurus peradilan terkait pernikahannya yang belum dilaporkan secara resmi ke Kantor Urusan Agama (KUA) dan Disdukcapil.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani mengatakan pembekalan ini bertujuan memberikan pemahaman yang baik tentang pentingnya akta nikah dan prosedur yang harus diikuti.

Baca Juga: Ketua Kadin Surabaya Usulkan 10 Terobosan untuk THR dan TRS

“Acara ini merupakan bagian dari upaya kita (Pemkot Surabaya) untuk memberikan kepastian hukum bagi pasangan yang telah menikah tapi belum memiliki akta nikah resmi. Ada pasangan yang sudah menikah bertahun-tahun, ada pula yang pasangan baru. Usia yang paling tua adalah usia 70 tahun,” ujar Bunda Rini.

Nantinya nikah massal atau resepsi yang digelar oleh Pemkot Surabaya akan berlangsung di Balai Kota Surabaya pada 3 Juli 2024, dengan mengusung tema pesta kebun.

Alasan dipilihnya konsep pesta kebun pada gelaran nikah massal tahun 2024 ini berdasarkan instruksi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang ingin mengemas event tersebut sebagai pesta rakyat. Diharapkan masyarakat dapat lebih sadar dan peduli terhadap pentingnya dokumen pernikahan.

Seperti diketahui, tahun lalu Pemkot Surabaya juga menyelenggarakan nikah massal, tetapi dilaksanakan di Empire Palace sehingga masyarakat tidak dapat menyaksikan.

Baca Juga: Go Green! Masjid Raya Islamic Center Surabaya Gunakan Besek Bambu untuk Bungkus Daging Qurban

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, pada tahun 2023 kegiatan ini diikuti oleh 225 pasangan. Kemudian di tahun 2024 mengalami kenaikan jumlah peserta, yaitu diikuti oleh 330 pasangan. Jumlah peserta yang m asendaftar kegiatan ini adalah sebanyak 377 peserta, tetapi yang memenuhi persyaratan hanya 330 peserta.

Meski di tahun ini terdapat peningkatan peserta, Eddy mengakui masyarakat masih berpikir bahwa proses pernikahan akan rumit, serta harus mengeluarkan uang tidak sedikit. Apalagi, peserta yang mengikuti program isbat nikah ini didominasi oleh warga yang tidak mampu.

“Kita ada anggaran untuk membayar isbat nikah bagi orang tidak mampu. Termasuk mendapat bantuan dari Baznas. Harapan kita dengan adanya isbat nikah ini, masyarakat semakin sadar bahwa menikah itu mudah, dan bisa memberikan manfaat kepada dirinya dan anaknya nanti melalui dokumen kependudukan,” ucap Eddy.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru