Hunger Games Siapkan Prekuel Baru di 2026: Sunrise on the Reaping

The Hunger Games.
top banner

Hunger Games Siapkan Prekuel Baru di 2026: Sunrise on the Reaping

Jakarta, Nawacita — Semesta Hunger Games akan terus dikembangkan. Film prekuel terbaru dipastikan sedang dipersiapkan berdasarkan novel terbaru penulis Suzanne Collins dan ditargetkan tayang pada 2026.
Variety pada Kamis (6/6) memberitakan Suzanne Collins saat ini sedang menulis buku baru bertajuk Sunrise on the Reaping yang akan terbit 18 Maret 2025.

Sehingga, film hasil adaptasi novel Sunrise on the Reaping ditargetkan tayang 20 November 2026 di bioskop atau sekitar tiga tahun dari prekuel pertamanya, The Ballad of Songbirds and Snakes, yang tayang 17 November 2023.

Sutradara Francis Lawrence diincar untuk kembali mengarahkan film terbaru Hunger Games. Ia sudah menyutradarai semua seri film itu sejak Catching Fire pada 2012.

Sunrise on the Reaping akan membawa penggemar kembali ke Panem sekitar 24 tahun sebelum saga Hunger Games yang fokus pada Katniss Everdeen. Namun, kisahnya akan berlatar empat dekade setelah The Ballad of Songbirds & Snakes.

Kisahnya akan dimulai pada pagi hari Hunger Games ke-50 yang dikenal sebagai Second Quarter Quell. Kala itu, Haymitch Abernathy yang dalam seri originalnya diperankan Woody Harrelson berkompetisi.

Haymitch Abernathy nantinya menjadi mentor Katniss dan Peeta dalam Hunger Games ke-74.

“Second Quarter Quell sangat legendaris dan sangat berpengaruh dalam sejarah Games, bahkan hingga zaman Katniss Everdeen sekitar seperempat abad setelah itu,” kata Adam Fogelson, pimpinan rumah produksi Lionsgate.

Waralaba film Hunger Games telah menghasilkan lebih dari US$3,3 miliar di box office seluruh dunia sejak dimulai pada 2012.

Catching Fire (2013) yang menjadi sekuel pertama tercatat sebagai film terlaris dengan pendapatan lebih dari US$865 juta, diikuti The Hunger Games (2012), Mockingjay – Part 1 (2014), dan Mockingjay – Part 2 (2015).

Sementara itu, prekuel The Ballad of Songbirds and Snakes tidak sebanding dengan saga aslinya dalam hal penjualan tiket. Film itu mengumpulkan US$166,3 juta dari box office gloal.

Namun, film tersebut sesungguhnya hanya menelan biaya US$100 juta, sehingga berhasil menghasilkan keuntungan dan mendorong studio untuk melanjutkan dengan seri berikutnya. cnn

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here