Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi Iran, Fungsi serta Tugas

Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi Iran
Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi Iran, Fungsi serta Tugas
top banner

Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi Iran, Fungsi serta Tugas

JAKARTA, Nawacita – Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi Iran, Presiden Iran Ebrahim Raisi dipastikan meninggal setelah kecelakaan helikopter di kota Tabriz. Tidak hanya Raisi, Menteri Luar Negeri Hossein Amir Abdollahian juga mengalami nasib yang sama.

Pada awalnya, perjalanan Raisi beserta rombongan yakni untuk meresmikan sebuah proyek bendungan Qiz-Walasi di perbatasan Azerbaijan. Insiden yang terjadi pada Minggu (19/5/2024) waktu setempat ini belum dapat dipastikan secara jelas apa yang menjadi penyebab semua ini dapat terjadi.

Dikutip dari Pilot Institute, setidaknya terdapat tiga alasan yang menyebabkan kecelakaan helikopter, yakni human error, masalah teknis, dan masalah lingkungan. Times of Israel menyebut kematian Raisi dan Abdollahian tidak akan mempengaruhi konflik di kawasan tersebut. Pasalnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang paling berkuasa.

Baca Juga: Presiden Iran Ebrahim Raisi Tewas Kecelakaan, Para Pemimpin Dunia Berduka

“Meskipun kematian dua pejabat senior Iran merupakan perkembangan dramatis di saat berbagai konflik sedang berkecamuk di kawasan, namun kemungkinan besar hal ini tidak akan mempengaruhi jalannya konflik secara signifikan,” sebut analisis tersebut, dikutip Senin (20/5/2024).

“Sebab keputusan mengenai kebijakan luar negeri dan perang berada di bawah wewenang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei,” tambahnya.

Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi Iran
Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi Iran, Fungsi serta Tugas.

Perbedaan Tugas dan Peran Presiden dan Pemimpin Tertinggi Iran

Lantas apa yang membedakan antara Presiden Iran dengan Pemimpin Tertinggi Iran?

Menurut konstitusi Republik Islam Iran, Presiden Iran adalah kepala eksekutif yang dipilih melalui pemungutan suara langsung dari rakyat Iran.  Pemimpin Tertinggi Iran adalah pemimpin politik dan agama dengan peringkat tertinggi di Republik Islam Iran.

Dalam pemilihannya, Pemimpin Tertinggi Iran atau dikenal juga Pemimpin Agung dipilih oleh sekelompok ahli. Hal ini berbeda dengan Presiden yang dipilih rakyat. Oleh karena itu, secara hirarki, Presiden Iran berada di bawah Pemimpin Tertinggi Iran. Saat ini Pemimpin Tertinggi Iran adalah Ayatollah Ali Khamenei.

Fungsi Presiden dan Pimpinan Tertinggi Iran

Presiden Iran bertanggung jawab untuk menandatangani perjanjian, perjanjian dengan negara lain, organisasi internasional, dan lainnya. Ia memiliki kekuasaan untuk menunjuk menteri, duta besar, gubernur setelah disetujui oleh parlemen.

Presiden Iran adalah Kepala Kabinet dan Pemerintahan, Kepala Dewan Keamanan Nasional, Memilih semua Wakil Presiden, mengirim dan menerima duta besar asing dan merupakan Kepala Dewan Revolusi Kebudayaan.

Sedangkan Pimpinan Tertinggi mempunyai kewenangan untuk menunjuk kepala pos-pos penting seperti komandan angkatan bersenjata, kepala yayasan keagamaan besar, direktur jaringan radio dan televisi nasional, pemimpin salat di masjid-masjid kota, hakim ketua, anggota Dewan Keamanan nasional, dan menangani urusan-urusan. dengan urusan luar negeri dan pertahanan, kepala jaksa, 12 hakim Dewan Wali.

Pemimpin Tertinggi Iran merancang kebijakan umum Iran, mengawasi pelaksanaan kebijakan sistem yang tepat, mengeluarkan keputusan mengenai referendum nasional.

Dia juga memegang komando tertinggi atas angkatan bersenjata dan bertanggung jawab atas deklarasi perang, mobilisasi angkatan bersenjata, kendali penuh atas Fuqaha di Guardian Dewan, otoritas kehakiman Iran, kepala staf gabungan, panglima tertinggi angkatan bersenjata, penandatanganan keputusan pemilu di Iran, pengampunan dan pengurangan hukuman bagi terpidana, dan lainnya.

Pemimpin Tertinggi Iran bersama-sama dengan dua pertiga mayoritas anggota Parlemen juga bisa memakzulkan presiden berkuasa. Pemimpin Tertinggi Iran adalah peran yang baru ada sejak negara tersebut mengakhiri sistem monarki dan beralih ke Republik pada 1979.

Hanya ada dua Pemimpin Tertinggi Iran dalam sejarah Negara Para Mullah yakni Ayatollah Sayyid Ruhollah Musavi Khomeini yang merupakan Pemimpin Tertinggi pertama Iran dan memegang jabatan hingga 1989. Pemimpin Tertinggi kedua adalah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei yang memegang jabatan sejak 1989 hingga saat ini.

Perbandingan Presiden dan Pemimpin Tertinggi Iran

 
Posisi Kepala Pemerintahan Kepala Negara
Penunjuk Rakyat Majelis/Ahli
Masa Kepemimpinan 4 tahun, dapat diperpanjang 1 kali Seumur hidup, atau dapat mengundurkan diri secara sukarela

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here