Dilaporkan ke Bawaslu, Bambang Haryo Tepis Dugaan Money Politics

Bambang Haryo
Bambang Haryo Soekartono
top banner

Bambang Haryo Santai dilaporkan ke Bawaslu soal dugaan Money Politics

Surabaya, Nawacita – Politisi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono alias BHS buka suara terkait panggilan klarifikasi oleh Bawaslu kota Surabaya dalam dugaan money politik. Menurut BHS laporan tersebut sangat mengada-ada dan penuh rekayasa untuk menjatuhkan nama baiknya.

Anggota DPR-RI terpilih periode 2024-2029 ini mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari Bawaslu terkait adanya laporan dugaan money politik di RW 5 Ngagelrejo Dapil 4 Surabaya yang diduga dilakukan oleh Bahtiyar Rifai, Cahyo Harjo Prakoso dan Bambang Haryo Soekartono. “Setelah di klarifikasi, peristiwa yang dilaporkan terjadi pada 5 Januari 2024,” ujar BHS ditemui di Surabaya, Selasa 19/3/2024.

Padahal, kata BHS, dirinya melakukan kunjungan ke Ngagelrejo hanya sekali pada tgl 24 Januari 2024 di RW 11. Saat itu ia datang bersama Tandem Cahyo Harjo Prakoso Caleg DPRD Provinsi dan Arieska Pertiwi Caleg DPRD Kota. “Jadi bukan dengan Bahtiyar yang seperti dituduhkan karena Bahtiyar tidak tandem diwilayah Ngagelrejo,” imbuh BHS.

Dikatakannya, saat itu kunjungan di Ngagelrejo dihadiri oleh Ketua RW 11 dan RT 1-7 Ngagelrejo. Ia kembali menegaskan tidak pernah hadir bersama Bahtiyar di Ngagelrejo. Karena tandem wilayah dapil tersebut sudah dipetakan sendiri – sendiri dan Ngagelrejo adalah milik caleg Arieska.

Maka itu, lanjut BHS, dipastikan tuduhan pelaporan tersebut tidak berdasar. Dan bahkan, begitu kami tanyakan ke Bawasalu siapa nama yang melakukan transaksi yang ada di foto tersebut saat itu, dari Bawaslu tidak dijelasakan. “Termasuk juga siapa yang melaporkan juga tidak dijelaskan,” sebutnya.

Bambang Haryo
Bambang Haryo Soekartono

Kalau pelaporan hanya berupa foto atau video yang dilakukan oleh orang lain melakukan money politik, hal tersebut bukan bukti tidak kuat. Karena bisa dilakukan oleh siapapun dengan tujuan merekayasa. Kecuali bila ada bukti calegnya sendiri yang menyerahkan uang kepada konstituen, itu adalah bukti yang kuat.

Baca Juga : Hasil Final DPR RI DAPIL JATIM X Gresik Lamongan 2024, Ada Anak Bupati

Atas dasar tersebut, BHS  meminta kepada Bawaslu serta Kepolisian untuk segera menangkap orang yang merekayasa laporan tersebut. “Agar proses menjadi jelas dan sudah seharusnya yang bersangkutan harus mendapatkan jerat hukum,” tegas BHS

Dijelaskan BHS didepan Bawaslu, bahwa dirinya telah memiliki konstituen captive dari mitra usaha perusahaannya yang memiliki mitra kerja 600 perusahaan dan siap untuk menyumbangkan 50 hingga 1.500 suara. Belum lagi mitra usahanya mulai dari kontaktor, subkon dan supplier sebanyak 250 yang siap menyumbanhkan suara, banner, baliho serta ribuan bendera. Kemudian sebagai Ketua Umum IPSI Kota Surabaya 3 Periode berturut turut yang menaungi 38 perguaran silat. Dimana satu perguruan ada yang mencapai 30 ribu anggota. Belum lagi petani dan nelayan di Sidoarjo yang jumlahnya sekitar 60 ribu sangat mendukung Bambang Haryo Soekartono yang telah diangkat sebagai Bapak Petani Sidoarjo. “Jadi saya tidak akan berlaku curang untuk mencari suara di masyarakat,” imbuhnya.

Dengan demikian,  tuduhan dugaan money politik adalah tidak benar. Karena tidak bisa dipertanggungjawabkan dan cenderung ada terindikasi rekayasa dilakukan pelapor yang patut untuk segera di proses hukum. “Saya mengharapkan adanya atensi dari Bawaslu dan Kepolisian untuk segera mengungkap kasus tersebut terutama adalah identitas dari pelapor serta apa motifnya,” tutup BHS.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here