Jatim Trift Community kumpulan Pemuda Surabaya Kreatif yang bertahan di era Covid-19

Jatim Trift Community
Jatim Trift Community
top banner

Jatim Trift Community kumpulan Pemuda Surabaya Kreatif yang bertahan di era Covid-19

Surabaya, Nawacita | Komunikasi yang dibuat ketika pandemi Covid 19 ini, pada tahun 2020 menaungi para pemuda Surabaya yang terkena dampak PHK karena pandemi di tahun 2019. Karena adanya PHK besar-besaran ini para Pemuda mengumpulkan tekat mereka untuk membentuk usaha. Salah satu usaha yang mereka pilih jualan trifting atau baju bekas impor.

Tujuan mereka memilih jualan trifting ini agar mempertahankan perekonomian yang hancur karena PHK Covid-19. Selain itu, mereka juga melihat potensi Trifting ini tidak pernah pudar dikalangan fashion. Hingga kumpulan pemuda saling sharing bersama atas usaha trifting mereka menjadikan kumpulan mereka ini komunitas.

Usaha mereka untuk bangkit dari keterpurukan Covid-19 membentuk komunitas yang bernama Jatim Trift Community. Komunitas ini berisi 30 anggota, kumpulan anak-anak muda kreatif yang mau bergerak membangkitkan perekonomian melalui Fashion Trift.

Baca Juga: Gor Pancasila dan Lapangan THOR Sebagai Tempat Muda – Mudi Surabaya Olahraga dan Ngabuburit

Penjelasan Kemal Anggota Komunitas Jatim Trift Community, menceritakan awal mula Jfast ini dilaksanakan hanya di Café milik dari salah satu anggota, dengan satu paket tenant dihargai 2.5 Jt. Melihat suksesnya acara tersebut pada tahun 2020, mereka ditahun depan mempersiapkan festifal trif ini di tempat yang lebih besar dan ditambahi dengan pengisi acara. Hingga acara ke 5 ini dengan harga 1 paket tenant mencapai 6 jt, semua tenant terisi penuh dengan jumlah 170 pedagang Trifting

“Tujuan acara ini dibuat ya awalnya ingin membantu teman-teman untuk memutar roda perekonomian contohnya trifting dan alhamdulillah sampai sekarang kita konsisten. Awal-awalnya kita buat event ini setahun sekali waktu karena memperingati anniversary di Sidoarjao tempat kopian, terus coba tempat lebih besar di Jatim Expo hingga sekarang.” Jelasnya

Semakin besarnya nama Jfest ini, mereka menambah membuka Tenant UMK-UMK R&B. Tenant yang disediakan 30 tenant terisi penuh dengan berbagai macam kuliner. Selain itu cara tersebut juga menaungi dan mendukung komunitas-komunitas yang ada di Surabaya. Dari acara tersebut banyaknya antusias pengunjung menjadi banyaknya dampak positif yang didapat dari UMK hingga komunitas lain.

Baca Juga: Ngadem di Museum Bawah Tanah Alun-alun Surabaya

Impian para anggota ini akan memambah anggota dari generasi ke generasi agar komunitas ini bisa terus ada. Selain itu, juga mempertahankan event tahunan Jfest ini terus ada setiap tahunnya. Mereka terus melakukan pembaruan dan pengembangan bagi komunitas dan anggota. Sekarang pada acara ke 5 ini mereka merekrut 20 persen anggota baru menjadi panitia, agar anggota lama datam demisionar dan meneruskan komunitas ini kepada anggota muda.

“Kita ingi komunitas ini terus regenrasi berkelanjutan, jadi anggota lama yang semakin tua bisa diteruskan anggota uang lebih muda. Jadi ini anggota panitia ada 20 persen anak baru gabung, 80 persennya anggota lama untuk mengajari 20 persen ini”. Tambahnya

Semakin besarnya Jfast ini, mereka menambah membuka Tenant UMKM-UMKM R&B. Acara ini yang menaungi UMKM dari sektor fashion, R&B, Hingga komunitas-komunitas yang ada di Surabaya ini membantu mempromosikan kepada pengunjung yang datang di Expo Jatim. Menjadikan kegiatan ivent ini memiliki dampak positif bagi pemutaran perekonomian Surabaya.

(Alus)

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here