Ketua KPPU Lakukan Pemantauan Pasar di Surabaya Guna Antisipasi Gejolak Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan

top banner

Surabaya, Nawacita – KPPU memantau harga dan ketersediaan bahan pokok jelang HBKN Ramadhan dan Idul Fitri. Salah satunya di Pasar Tambahrejo Surabaya, Sabtu (17/2). Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa tokoh, termasuk Ketua KPPU RI, M. Fanshurullah Asa, Anggota KPPU Budi Joyo Santoso, dan Pj Gubernur Jawa Timur, Adhi Karyono. Ferry Firmawan (Ketua Komisi 2 BPKN), Ermin Tora (Kakanwil Bulog Jatim), Pemkot Surabaya, Polda Jatim, dan dinas terkait.

KPPU melakukan pemantauan persaingan usaha sesuai Undang-Undang No. 5/1999. Juga menampung keluhan pelaku usaha tentang harga dan ketersediaan bahan pokok

Adapun hasil pemantauan di Pasar Tambahrejo menunjukkan informasi dimana harga beras premium mencapai Rp. 16.000/Kg berada 15% diatas harga HET dan harga beras medium mencapai Rp. 11.000/Kg (0,9% diatas HET). harga gula pasir berkisar Rp. 17.000/kg (9,6% diatas HET), harga daging ayam Rp. 33.000/kg (10,2% dibawah HET), harga daging sapi Rp. 110.000/kg (21,4% dibawah HET), harga telur ayam Rp. 29.000/kg (7,4% diatas HET), harga bawang merah Rp. 25.000/kg (39,7% dibawah HET), harga cabe rawit Rp. 80.000/kg (40,4% diatas HET), dan harga cabe merah keriting Rp. 80.000/kg (45,4% diatas HET).

 

Informasi Harga Bahan Pokok
No. Komoditas (Rp) Harga Pasar Tambahrejo* HET/HAP Selisih Harga Pasar Tambahrejo Surabaya dengan HET ∆ %
1 Beras Premium Rp 16.000 Rp 13.900 Rp 2.100 15 %
2 Beras Medium Rp 11.000 Rp 10.900 Rp 100 0,9 %
3 Bawang Merah Rp 25.000 Rp 41.500 Rp – 16.500 -39,7%
4 Cabai Merah Keriting Rp 80.000 Rp 55.000 Rp 25.000 45,4%
5 Cabai Rawit Merah Rp 80.000 Rp 57.000 Rp 23.000 40,4%
6 Daging Sapi Murni Rp 110.000 Rp 140.000 Rp – 30.000 -21,4%
7 Daging Ayam Ras Rp 33.000 Rp 36.750 Rp – 3.750 -10,2%
8 Telur Ayam Ras Rp 29.000 Rp 27.000 Rp 2.000 7,4%
9 Gula Konsumsi Rp 17.000 Rp 15.500 Rp 1.500 9,67%

 

“Hari ini KPPU menemukan fakta bahwa meski beberapa komoditas seperti beras, gula, dan cabe berada diatas HET yang ditetapkan Pemerintah, namun pasokan masih stabil. Bahkan, beberapa komoditas seperti bawang merah, daging sapi, dan daging ayam ras dijual dibawah HET. KPPU akan mengawasi potensi persaingan usaha tidak sehat agar tidak terjadi praktek kartel atau persekongkolan yang mempengaruhi harga bahan pokok. Hal ini penting untuk keberlangsungan masyarakat, terutama dalam menghadapi puasa ramadhan,” jelas Fanshurullah.

Pelaku usaha diimbau patuhi UU No. 5/1999. Fanshurullah meminta agar pelaku usaha berhati-hati dalam menentukan harga komoditas pangan agar tidak melanggar Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999.

Baca Juga : Ketua KPPU Sampaikan Prioritasnya di Sektor Migas Dan Platform Digital

Sementara Pj. Gubernur Adhy langsung berdialog dengan satu per satu pedagang dan menanyakan update stok harga pangan yang di jual.

Adapun bahan pangan yang ditinjau diantaranya adalah beras, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, cabai rawit, daging sapi, daging ayam serta beberapa bahan pokok lainnya. Hal serupa juga dilakukan saat meninjau Pasar Larangan Sidoarjo.

Pihaknya ingin memastikan bahwa stok bahan pangan di Jatim dalam kondisi aman dan harganya terkendali. Usai meninjau kedua pasar tersebut, Pj Gubernur Adhy menyampaikan, agar masyarakat tidak khawatir karena setelah dilakukan sidak, dipastikan seluruh stok bahan pokok tersedia.

“Hari ini saya senang semua leading sektor melakukan operasi pasar terpadu bersama-sama. Setelah kita sidak, semua stok bahan pokok tersedia dan beberapa harga kita lihat masih normal,” kata Adhy.

Kendati stok tersedia, Pj Gubernur Adhy menemukan beberapa bahan pokok mengalami kenaikan di atas HET. Di Pasar Tambahrejo misalnya, untuk beras medium mengalami kenaikan sebesar Rp. 482/Kg dari Rp. 11.335/Kg menjadi Rp. 11.817/Kg atau naik 4,25%.

“Sedangkan tingkat kenaikan beras premium sebesar Rp. 1.082/Kg dari Rp. 13.877/Kg menjadi Rp. 14.959/Kg atau naik 7,80%,” jelasnya.

Hal serupa juga ia temukan di pasar Larangan Sidoarjo. Rerata kenaikan harga bahan pokok di pasar tradisional ini berada di kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.

Harga bawang putih misalnya mengalami kenaikan dari Rp 36 ribu per kilo menjadi Rp 40 ribu per kilo. Berikutnya untuk cabe rawit mengalami kenaikan dari Rp 75 ribu per kilo menjadi Rp 85 ribu per kilo. Sementara untuk harga bawang putih tidak mengalami kenaikan yakni dijual dengan harga Rp 33 ribu per kilo.

 Baca Juga : KPPU Pantau Harga Sejumlah Komoditas di Surabaya

“Khusus Cabe rawit musim hujan, masalah stok harus diatur agar bisa tahan lama,” kata dia

 

Meski beberapa bahan pokok mengalami kenaikan, Pj Gubernur Adhy memastikan harga tersebut adalah yang terendah di pulau Jawa. Berdasarkan data dari badan Pangan Nasional (Bapanas) per 16 Februari 2024, harga beras medium di Jatim sebesar Rp. 12.980 per kg.

Harga di Jatim ini diketahui adalah yang paling terendah jika dibandingkan dengan provinsi lain seperti DKI Jakarta : Rp. 13.630/Kg, Jawa Barat : Rp. 14.890/Kg, Jawa Tengah : Rp. 14.930/Kg, DIY : Rp. 14.480/Kg, dan Banten : Rp. 13.890/Kg.

Sedangkan  harga beras premium di Jawa Timur sebesar Rp. 15.430/Kg. Harga di Jatim ini juga paling terendah jika dibandingkan dengan provinsi lain seperti DKI Jakarta yakni Rp. 13.630/Kg, Jawa Barat sebesar Rp. 14.890/Kg, Jawa Tengah Rp. 14.930/Kg dan DIY Rp. 14.480/Kg.

“Kalau kita mau bandingkan, harga kita adalah yang paling terendah se-pulau Jawa. Tentu ini kita apresiasi kerja keras semua kepala daerah yang selalu melakukan operasi pasar seperti ini,” terangnya.

 

Lebih lanjut ia mengatakan, kenaikan harga beras dipicu oleh menurunnya produksi beras pada bulan Januari sebesar 185.871 ton dan perkiraan produksi bulan Februari sebesar 389.472 ton.

Hal ini mengakibatkan Harga Gabah Kering panen di tingkat petani sebesar Rp. 7.410/Kg yang lebih tinggi 48,2% dibandingkan harga acuan yang ditetapkan pemerintah yang sebesar Rp. 5.000/Kg.

“Kondisi tersebut mengakibatkan kenaikan harga beras di tingkat konsumen. Akhirnya Seluruh pedagang  menaikkan harga sesuai dengan harga beras yang dibeli dari distributor maupun agen. Ini yang akan kita cari bersama untuk mengatur strategi dan memberikan intervensi kepada distributor maupun agen,” jelasnya.

Memenuhi kebutuhan beras, lanjut Adhy, Pemprov Jatim bersama Bulog telah memberikan bantuan sosial beras kepada distributor untuk memasok kebutuhan semua pasar sehingga kebutuhan beras dan harganya cukup.

“Bulog telah meningkatkan cadangan beras pemerintah baik melalui realisasi impor maupun penyerapan beras komersial dari petani melalui mitra Bulog yang ada di Kabupaten Kota di Jatim,” ujarnya.

“Selain itu, Beras komersial Bulog didistribusikan baik ke pasar rakyat maupun retail modern. Saat ini Bulog telah mengisi pasokan beras di retail modern seperti Superindo, Alfamidi, Indogrosir, Lotte, dan retail modern lainnya,” tambahnya.

Di akhir, Pj Gubernur Adhy Karyono menegaskan Pemerintah Daerah dan para pihak terkait akan terus memantau perkembangan harga beras secara intensif dan real time. Jika sewaktu- waktu ada ketidakwajaran harga yang berarti, akan segera mengambil
langkah-langkah intervensi konstruktif agar harga kembali stabil.

“Seperti pasar murah, subsidi transportasi, sampai dengan penindakan jika terdapat pelanggaran pasar,” pungkasnya.

Setelah meninjau beberapa bahan pokok di Pasar Tambahrejo Surabaya, Pj. Adhy Karyono juga meninjau Kios TPID Bulog Koperasi Simokerto Tambahrejo dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Surabaya. Ia meninjau harga beras SPHP dengan HET Rp 54.500 per 5 kg.

Turut hadir Ketua BPKN RI Muhammad Mufti Mubarok, Kepala Kanwil IV KPPU Dendy R. Sutrisno dan Pimpinan Bulog Kanwil Jatim Ermin Tora.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here