Mahfud MD Umumkan Laporan Akhir Satgas TPPU Rp 349 Triliun

Mahfud MD Umumkan Laporan Akhir Satgas TPPU
Mahfud MD Umumkan Laporan Akhir Satgas TPPU Rp 349 Triliun
top banner

Mahfud MD Umumkan Laporan Akhir Satgas TPPU Rp 349 Triliun

JAKARTA, Nawacita – Mahfud MD Umumkan Laporan Akhir Satgas TPPU, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mohammad Mahfud MD, mengumumkan laporan akhir dari Satuan Tugas Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Mahfud dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, pada Rabu (17/1/2024). Dalam paparannya, Mahfud menjelaskan bahwa Satgas TPPU dibentuk setelah rapat Komite Nasional TPPU pada tanggal 10 April 2023.

Hasil rapat tersebut kemudian disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR pada tanggal 11 April 2023.

“Masa tugas Satgas TPPU telah berakhir pada 31 Desember 2023. Dalam waktu delapan bulan, Satgas telah melakukan supervisi dan evaluasi terhadap 300 surat LHA (laporan hasil analisis), LHP (laporan hasil pemeriksaan), informasi dugaan TPPU dengan total nilai lebih dari Rp 349 triliun,” ujar Mahfud dilansir media, Rabu, (17/1/2024)

“Seluruhnya, 300 surat LHA, LHP, dan informasi telah dibahas secara sistematis dalam Satgas TPPU dengan melibatkan 12 orang tim ahli yang terdiri dari akademisi dan tokoh-tokoh yang peduli dalam pemberantasan TPPU, bersama dengan Ditjen Bea dan Cukai, Ditjen Pajak, Kejaksaan, Polri, dan KPK,” tambahnya.

Mahfud menyampaikan bahwa perkembangan yang paling signifikan dari kerja Satgas TPPU adalah penanganan surat LHP Nomor SR205/2020 terkait kasus importasi emas dengan nilai transaksi keuangan mencurigakan sebesar Rp 189 triliun. Dia menjelaskan bahwa sebelum adanya Satgas TPPU, kasus tersebut tidak berjalan.

Baca Juga: KPK Tetapkan Rafael Alun Sebagai Tersangka TPPU

“Namun, dengan supervisi Satgas TPPU, kasus tersebut mulai diproses dengan mengungkap dugaan tindak pidana kepabeanan oleh penyidik Ditjen Bea dan Cukai, serta dugaan tindak pidana perpajakan oleh penyidik Ditjen Pajak,” kata Mahfud.

Mahfud MD Umumkan Laporan Akhir Satgas TPPU
Mahfud MD Umumkan Laporan Akhir Satgas TPPU Rp 349 Triliun.

Mahfud juga menyebut bahwa status kasus kepabeanan importasi emas grup SB telah naik ke tahap penyidikan, sementara kasus perpajakan sedang dalam tahap pengumpulan bukti permulaan dan melibatkan empat wajib pajak dengan pajak kurang bayar mencapai ratusan miliar rupiah.

“Kasus lainnya sedang ditindaklanjuti oleh Kejaksaan, Polri, dan KPK,” tambah Mahfud.

Dia menjelaskan bahwa kehadiran Satgas TPPU juga memberikan dampak positif dalam penyelesaian kasus-kasus serupa, baik dalam penanganan tindak pidana asal maupun TPPU, seperti kasus yang melibatkan oknum Ditjen Bea dan Cukai di Makassar dan Yogyakarta.

“Jadi, kasus-kasus tersebut sedang ditangani dengan baik. Beberapa kasus sudah masuk tahap penyidikan, ada juga yang sudah divonis seperti kasus RAT yang baru-baru ini telah divonis seminggu yang lalu. Ada pula kasus Angin Prayitno yang termasuk dalam 300 surat tersebut, dan sebelumnya ada kasus Gayus.

Masa Tugas Satgas TPPU Berakhir

Semua kasus tersebut sudah berjalan sejak tahun 2009, meskipun ada beberapa yang belum dilaporkan dan belum diproses. Namun, semuanya sudah berjalan,” jelas Mahfud.

Lebih lanjut, Mahfud menyatakan bahwa masa tugas Satgas TPPU telah berakhir. Namun, mekanisme kerja Satgas TPPU yang telah terbentuk dengan baik selama ini akan dilanjutkan dan menjadi bagian dari optimalisasi kerja tim pelaksana Komite Nasional TPPU.

“Selanjutnya, sebagai ketua komite, saya akan segera mengadakan rapat komite dalam waktu yang tidak terlalu lama untuk membahas masalah ini.

Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh anggota Satgas TPPU dan dukungan dari semua pihak, termasuk para wartawan, yang selalu rajin memberitakan tentang hal ini,” tutur Mahfud.

“Dan sebagai kabar baik, saya ingin mengulanginya, alhamdulillah pada akhir tahun lalu, Indonesia telah menjadi anggota penuh Financial Action Task Force setelah berjuang selama 18 tahun, dan baru berhasil pada tahun 2023 karena kita terus memperkuat upaya dalam memerangi TPPU dan meningkatkan kualitas kerja dan kinerja PPATK,” tambahnya.

jnlflonws.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here