Menlu Larang Kibarkan Bendera dan Lagu Nasional Israel, Berikut Isi Peraturannya

Menlu Larang Kibarkan Bendera dan Lagu Nasional Israel
Menlu Larang Kibarkan Bendera dan Lagu Nasional Israel, Berikut Isi Peraturannya
top banner

Menlu Larang Kibarkan Bendera dan Lagu Nasional Israel, Berikut Isi Peraturannya

JAKARTA, Nawacita – Menlu Larang Kibarkan Bendera dan Lagu Nasional Israel, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, menegaskan RI tidak akan menormalisasi hubungan dengan Negara Zionis tersebut.

Ini secara resmi menunjukan bahwa Indonesia tidak mengakui adanya negara Israel. Tak heran jika muncul peraturan yang melarang mengibarkan bendera dan mengumandangkan lagu kebangsaan Israel di Tanah Air.

Sebenarnya, larangan ini terdapat dalam Peraturan Menteri Luar Negeri (Permenlu) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Hubungan Luar Negeri oleh Pemda dalam Bab X Hal Khusus poin B nomor 150. Menlu Retno menekennya sendiri.

Lalu bagaimana isi lengkapnya? Berikut dirangkum media, Selasa (28/112023). Di antaranya, Dalam melakukan hubungan dengan Israel kiranya perlu diperhatikan prosedur yang ada dan selama ini masih berlaku:

a. tidak ada hubungan secara resmi antara Pemerintah Indonesia dalam setiap tingkatan dengan Israel, termasuk dalam surat-menyurat dengan menggunakan kop resmi;

b. tidak menerima delegasi Israel secara resmi dan di tempat resmi;

Baca Juga: Mendag: Pemerintah Tidak Boikot Produk Terafiliasi Israel

c. tidak diizinkan pengibaran/penggunaan bendera, lambang, dan atribut lainnya serta pengumandangan lagu kebangsaan Israel di wilayah Republik Indonesia;

Menlu Larang Kibarkan Bendera dan Lagu Nasional Israel
Menlu Larang Kibarkan Bendera dan Lagu Nasional Israel, Berikut Isi Peraturannya.

e . kunjungan warga Israel ke Indonesia hanya dapat dilakukan dengan menggunakan paspor biasa; dan

f. otorisasi pemberian visa kepada warga Israel dilaksanakan oleh Kementerian Hukum dan HAM c.q. Direktorat Jenderal Imigrasi. Visa diberikan dalam bentuk afidavit melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura atau Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok.”

cnbnws.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here