Rusia Mundur Dari Proyek Kilang Tuban Imbas Perang Ukraina, Begini Respon Airlangga

Rusia Mundur Dari Proyek Kilang Tuban
Rusia Mundur Dari Proyek Kilang Tuban Imbas Perang Ukraina, Begini Respon Airlangga
top banner

Rusia Mundur Dari Proyek Kilang Tuban Imbas Perang Ukraina, Begini Respon Airlangga

JAKARTA, Nawacita – Rusia Mundur Dari Proyek Kilang Tuban, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto akan mencari partner lain untuk mendukung PT Pertamina (Persero) membangun proyek New Grass Root Refinery and Petrochemical (NGRR) Tuban atau Kilang Tuban di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Pencarian partner baru imbas dari tersendatnya pembangunan Kilang Tuban karena salah satu pemegang sahamnya yakni perusahaan asal Rusia Rosneft, yang terkendala persoalan ekonomi geopolitik dengan Ukraina.

Sebagaimana diketahui, Kilang Tuban menjadi proyek kebanggaan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) karena masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Saat ini, Pertamina memiliki kepemilikan saham 55% di Kilang Tuban, sementara Rosneft sendiri 45%.

Menko Perekonomian Airlangga menyebutkan, situasi geopolitik antara Rusia dan Ukraina membuat Rusia dikucilkan termasuk investasinya.

Baca Juga: Tito Sambut Menlu Rusia Sergey Lavrov saat Tiba di Jakarta

“Karena Rusia menghadapi blokade dan persoalan ekonomi dan geopolitik sehingga mungkin sulit untuk melanjutkan (investasi). Dicarikan partner lain,” ungkap Airlangga usai Rapat Terbatas terkait PSN di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (6/10/2023).

Rusia Mundur Dari Proyek Kilang Tuban
Rusia Mundur Dari Proyek Kilang Tuban Imbas Perang Ukraina, Begini Respon Airlangga.

Namun sayang, Airlangga tidak menegaskan apakah Rosneft benar-benar akan hengkang dari investasi Kilang Tuban, Airlangga hanya meminta Pertamina untuk mencari investor baru.

“Karena Rusia kan kena masalah geopolitik dan kesulitan untuk investasi dan tentunya minta kepada BUMN dan Menteri ESDM untuk memastikan refinery diperlukan tetapi investornya bisa kita, bisa dicarikan yang lain,” kata Airlangga.

Selain itu ia juga menegaskan proyek Kilang Tuban ini tetap masuk sebagai Proyek Strategis Nasional. “PSN-nya masih karena kan proyeknya kan masih cuma partnernya yang harus dicarikan baru,” ungkap Airlangga.

Asal tahu saja, Kilang Tuban memiliki nilai investasi mencapai US$ 3,8 miliar atau sekitar Rp 54,2 triliun. Kilang Tuban direncanakan akan mengolah sebanyak 300.000 barel per hari yang diperkirakan dapat menghasilkan 30 juta liter BBM per hari untuk jenis gasoline dan diesel.

cnbnws.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here