DPRD Jatim Minta Pabrik Pakan Ikan Tidak Bergantung Bahan Baku Impor

Anggota Komisi B DPRD Jatim saat melakukan kunjungan ke pabrik pakan ikan di Gresik, 28/9/2023.
top banner

DPRD Jatim Minta Pabrik Pakan Ikan Tidak Bergantung Bahan Baku Impor

GRESIK, Nawacita – Dalam rangka menjaga kualitas ikan budidaya, Komisi B DPRD Jawa Timur mendorong tingkat kualitas pakan Pabrik lokal. Salah satunya dengan mendatangi produsen pakan ternak PT PT Suri Tani Pemuka (STP) Gresik. Pasalnya 60 persen bahan baku pakan ikan masih tergantung dari impor.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Nour Sutjipto mengatakan, kebutuhan produksi pakan masih membutuhkan bahan bahan impor dari luar. Sehingga dirinya mendorong produsen pakan ikan, bisa menggunakan bahan baku lokal. “Saat ini, masih tergantung dengan bahan baku import. Selebihnya bisa disediakan lokal,” terang Noer Sutjipto, di Gresik, Jumat 28/9/2023.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Komisi B menyebutkan sebagian besar bahan pakan berasal dari kulit udang. Harusnya kualitas bahan baku juga terjaga. Selain itu produsen pakan ikan juga mengawal dan melakukan pendampingan terhadap peternak ikan.

Sementara itu, Anggota Komisi B Mirza Ananta meminta produsen untuk tetap menjaga harga pakan ikan. Agar masyarakat atau petambak tidak merasakan dampak. “Dengan demikian produsen bisa menjaga harga pakan ikan. Selain itu kebutuhan pembudidaya ikan bisa terakomodir dan bisa eksis menjalankan usahanya,” katanya.

Demikian juga Karimullah dari Fraksi Golkar berharap kebutuhan petambak ikan budidaya juga harus diakomodir. “Kami ingin petambak ikan budidaya di Jatim bisa tetap eksis dengan ketersediaan pakan ikan yang Murah dan berkualitas,” harapnya.

Komisi B Gresik
Anggota Komisi B DPRD Jatim saat melakukan kunjungan ke pabrik pakan ikan di Gresik, 28/9/2023.

Sementara itu, Arianto Herad of Unit PT Suri Tani Pemuka menyampaikan, pihaknya melakukan pendampingan terhadap peternak ikan di seluruh wilayah Jawa Timur. Bahkan pihaknya juga menyediakan laboratorium untuk mengetahui Ph dan kualitas air tambak. “Kami menyediakan laboratorium untuk melakukan pendampingan peternak ikan,” kata Arianto.

Arianto menyampaikan, dampingan peternak ikan berada di 38 kabupaten/kota se Jatim, Jawa Tengah, dan luar jawa. Pihaknya berupaya menjaga pakan ikan budidaya tetap berkualitas dengan melakukan berbagai pendampingan berkala. “Sebenarnya bahan baku impor ini banyak masalahnya, mulai dari harga, ketersediaan bahan hingga distribusi. Namun ada sejumlah bahan yang mau tidak mau harus impor karena ketersediaan bahan bakunya tidak ada yang lokal,” katanya.

Meski demikian Aryanto mengaku pihaknya memiliki formulator untuk mengganti bahan baku subtitusinya. “Kalau setelah riset kita dapat bahan baku yang kualitas dan pasokannya tersedia, langsung kita subtitusi. Subtitusi bahan baku ini bisa digunakan untuk menekan tingginya harga pakan,” pungkasnya. bdo

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here