Studi: Duduk Lebih dari 10 Jam Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

ilustrasi
top banner

Studi: Duduk Lebih dari 10 Jam Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Jakarta, Nawacita | Sebuah studi menyatakan jika duduk lebih dari 10 jam bisa tingkatkan risiko demensia. Gaya hidup tidak banyak bergerak seringkali dianggap dapat memicu banyak masalah kesehatan, termasuk gangguan metabolisme, penyakit kardiovaskular, hingga kanker.

Bahkan yang terbaru, para peneliti melalui studi yang dipublikasikan di jurnal Jama Networks menemukan bahwa duduk lebih dari 10 jam sehari meningkatkan risiko demensia, pada orang berusia di atas 60 tahun atau lansia.

Melansir Antara, David Raichlen selaku penulis studi seperti disiarkan Medical Daily pada, Kamis (14/9/2023) lalu, menyarankan orang-orang untuk tidak duduk dalam waktu lama.

Duduk Demensia
ilustrasi

“Minimal, seseorang harus bangun setiap 30 menit atau lebih, untuk sekadar berdiri atau berjalan,” kata David Raichlen.

Untuk itu, dia dan tim ingin melihat apakah pola seperti itu berhubungan dengan risiko demensia.

Mereka menggunakan data lebih dari 50.000 peserta dari Biobank Inggris, sebuah database biomedis berskala besar untuk mengevaluasi kemungkinan hubungan antara waktu tidak banyak bergerak dan risiko demensia.

Seluruh peserta yang berusia di atas 60 tahun diminta memakai akselerometer untuk mengukur pergerakannya. Tak satu pun dari mereka yang didiagnosis menderita demensia pada awal penelitian.

Tim menggunakan algoritma pembelajaran mesin untuk menganalisis kumpulan data dan mengklasifikasikan peserta berdasarkan intensitas aktivitas fisik. Setelah sekitar enam tahun, mereka menemukan sebanyak 414 kasus demensia.

Baca Juga: Hindari Posisi Duduk yang Berbahaya

Studi menunjukkan bahwa meskipun jumlah waktu duduk yang lama meningkatkan risiko demensia, namun tingkat perilaku duduk yang lebih rendah, seperti duduk kurang dari 10 jam sehari, tidak meningkatkan risiko tersebut.

“Kami terkejut menemukan bahwa risiko demensia mulai meningkat dengan cepat setelah 10 jam dihabiskan untuk duduk diam setiap hari, terlepas dari bagaimana waktu duduk tersebut terakumulasi,” kata Gene Alexander penulis studi lainnya.

Penulis studi juga menambahkan, temuan tersebut memberikan kepastian khususnya bagi mereka yang memiliki pekerjaan kantoran, dengan melibatkan duduk dalam waktu lama. antr

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here