Meningkat 15% Per Tahun, Pemprov Minta BP4 Bantu Turunkan Angka Perceraian Jatim

Perceraian Jatim
Ahmad Jazuli saat pelantikan Pengurus BP4 Jatim di Surabaya, 13/9/2023. Foto : Novia/nawacita
top banner

Pelantikan Pengurus Baru BP4 diminta Bantu Turunkan Perceraian Jatim

Surabaya, Nawacita – Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Provinsi Jawa Timur menggelar pelantikan pengurus baru, masa bakti tahun 2023 – 2026. Mengusung tema ‘penguatan moderasi beragama, motivator keluarga sakinah’, acara dilaksanakan di Hotel Aria Centra Surabaya pada Rabu, 13 September 2023.

Pelantikan BP4 Pelantikan BP4 Jatim

Ada 11 pengurus baru BP4 Provinsi Jawa Timur dilantik Anwar Saadi selaku sekretaris BP4 pusat yang hadir mewakili ketua umum. Anwar mengatakan Jawa Timur masih kekurangan kekurangan mediator untuk menengahi pasangan yang berkonflik. “Orang yang bertikai ini perlu penengah. Jawa Timur baru punya 7 orang sebagai mediator bersertifikat yang kita latih pada tahun 2022,” terangnya, Rabu malam 13/9/2023.

Menurut Anwar, mediasi perlu dilakukan untuk meminimalisir perceraian. “Sebelum mereka ke meja hijau, dimediasi dulu di BP4. Mediasi itu perlu agar terhindar dari yang namanya perceraian,” jelasnya.

Anwar menuturkan BP4 Pusat sudah bekerja sama dengan Kementerian Agama dan telah mencetak 300 mediator bersertifikat.

Sementara itu, di Jawa Timur, perceraian masih menjadi masalah utama dalam perkawinan. Jawa Timur menduduki peringkat dua angka perceraian tertinggi di Indonesia, setelah Jawa Barat yang di peringkat satu. Berdasarkan laporan statistik Indonesia tahun 2023, Kasus perceraian di Indonesia mencapai 516.334 kasus sepanjang tahun 2022.

Sedangkan pada tahun 2021, angka perceraian di Jawa Timur mencapai 447.743 kasus. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebanyak 15%. “Ini merupakan angka perceraian tertinggi dalam 6 tahun terakhir,” tandas Akhmad Jazuli, staf ahli Gubernur bidang kesra provinsi Jawa Timur.

Anwar menyebut perceraian berdampak pada keharmonisan sistem masyarakat. “Orang yang bercerai itu berdampak padanya harmonisasi kehidupan masyarakat. Banyak anak yang telantar. Banyak Orang miskin baru akibat perceraian,” ujarnya.

Anwar optimis bila BP4 diberdayakan secara optimal akan membantu menurunkan angka perceraian di Jawa Timur. “Saya kira kalau BP4 bisa diberdayakan. Disetuap Kabupaten dan Kota ada penengah-penengah konflik perkawinan. Angka perceraian bisa diredam,” tandas Anwar dalam sambutannya.

Akhmad Jazuli mewakili gubernur Jawa Timur mengingatkan bahwa pengukuhan bukan sekadar formalitas. “Saya berpesan bahwa pengukuhan dan pelantikan bukanlah sekadar formalitas. Tetapi substansi makna dan lebih utama menata keberadaan BP4 ke depan, menjalankan tugas dan fungsi bimbingan dan penasihatan,” tuturnya.

Baca Juga : Alasan Terjadinya Perceraian

Jazuli meminta BP4 untuk segera mempersiapkan diri sebagai lembaga edukasi, mediasi dan advokasi. “Sekaligus meningkatkan peran serta lembaga yang lebih concern dengan persoalan bangsa terutama yang berkaitan pada pembinaan kualitas dan ketahanan keluarga,” jelas Jazuli yang juga Asisten III Gubernur Jawa Timur ini.

“Semoga keberadaan BP4 Jawa Timur ini dapat membantu keluarga yang membutuhkan bimbingan, dalam permasalahan perkawinan dan meminimalisir masalah atau konflik dalam keluarga serta dapat menekankan angka perceraian di Jawa Timur,” harap gubernur Jawa Timur yang disampaikan Jazuli.

Sementara itu, Ahsanul Haq selaku Ketua baru BP4 Provinsi Jawa Timur mengatakan akan segera menentukan langkah untuk meminimalisir kasus perceraian di Jawa Timur. Ahsan menuturkan BP4 akan memberikan edukasi pra nikah. “Kita akan mencoba mengedukasi. Calon pengantin kita berikan bimbingan bagaimana membina rumah tangga. Kalau kita didik mereka dan beri nasihat dari awal, barangkali angka perceraian bisa diturunkan karena pemahaman mereka terhadap perkawinan sudah bagus,” jelasnya. novia herawati

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here