5 Dampak Buruk Sering Rebahan, Bisa Terserang Osteoporosis hingga Serangan Jantung

Dampak buruk rebahan
ilustrasi rebahan
top banner

5 Dampak Buruk Sering Rebahan, Bisa Terserang Osteoporosis hingga Serangan Jantung

Jakarta, Nawacita | Ada 5 dampak buruk diakibatkan karena sering rebahan. Kebiasaan rebahan atau malas bergerak dalam dunia kesehatan lebih dikenal sebagai sedentary lifestyle. Kondisi ini sering kali membuat masyarakat tidak aktif secara fisik sehingga menyebabkan tubuh jarang bergerak.

Tentunya kebiasaan ini bisa memicu terjadinya berbagai masalah kesehatan. Merangkum dari berbagai sumber, adapun berbagai risiko yang ditimbulkan yakni:

1. Terjadinya osteoporosis

Akibat kebiasaan sering rebahan akan membuat tubuh kehilangan massa ototnya, sehingga otot akan melemah, dan tubuh akan mengambil kaslsium tulang. Jika dibiarkan, mengakibatkan tulang menjadi keropos atau osteoporosis.

Dampak buruk rebahan
ilustrasi rebahan

2. Resistensi insulin

Seseorang yang menghabiskan waktunya untuk duduk dan tiduran, maka dipastikan akan beresiko mengalami resistensi insulin. Hal ini lantaran meningkatnya kadar gula dalam darah akan membuat seseorang terkena diabetes lebih cepat.

3. Konsentrasi menurun

Kondisi bekerja dengan duduk yang terlalu lama akan menjadikan tulang belakang merasa tegang. Hal itu karena paru-paru tidak mendapat ruang cukup untuk mengembang secara optimal, sehingga kadar oksigen yang beredar ke seluruh tubuh pun akan lebih sedikit.

Baca Juga: Ciri-Ciri Wadah Plastik yang Berbahaya untuk Menyimpan Makanan

Apabila oksigen yang diterima lebih sedikit maka otak akan menyebabkan tidak fokus dalam berkonsentrasi.

4. Meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung

Dalam salah satu penelitian yang dilakukan oleh Amerika Serikat, aktivitas fisik dapat membantu seseorang mengurangi risiko stroke sebesar 60 persen dan peluang terjadinya serangan jantung 50 persen.

Untuk itu, apabila seseorang mengalami kurangnya aktifitas seperti keadaan duduk secara terus menerus akan memiliki risiko cukup besar mengalami stroke.

5. Adanya gangguan fungsi kognitif

Kurangnya aktivitas fisik akan menyebabkan fungsi otak menurun sehingga mengakibatkan gangguan fungsi kognitif. okz

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here