Bank Indonesia Sosialisasi KKI dan QRIS untuk Akselerasi Digitalisasi Daerah

top banner

Bank Indonesia Sosialisasi KKI dan QRIS untuk Akselerasi Digitalisasi Daerah

Surabaya, Nawacita – Bank Indonesia memperluas akses transaksi keuangan digital antar Pemerintah Daerah (Pemda) dengan akselerasi KKI dan pembayaran digital QRIS. dan tujuan digitalisasi sistem pembayaran di Jatim untuk kemanfaatan masyarakat, bahkan jumlah pengguna dan merchant QRIS Di Jatim mencapai 5,2 juta pengguna dengan lebih dari 3,1 merchant

Sedangkan pencapaian elektronifikasi pemerintahan daerah jawa timur juga mengalami peningkatan secara masif dimana 38 dari 39 pemda 97 % telah mencapai tahap digital Ini ditegaskan dalam Sarasehan TP2DD dengan tema “Sosialisasi KKI dan QRIS untuk Mengakselerasi Digitalisasi Daerah”, Bertempat di Hotel Sheraton Surabaya, Senin, (28/08/2023).

turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputy Gubernur BI Filianingsih Hendarta, hadir pula Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim Doddy Zulverdi bersama beberapa narasumber.

Dalam sambutannya, Deputy Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengungkapkan bahwa saatnya melakukan pembayaran antar daerah secara digital.

Baca Juga : Bank Indonesia – UNAIR dan ISEI Gelar Ejavec 2023 Bahas Resiliensi Ekonomi Jawa Timur

“KKI ini ditujukan untuk segmen pemerintah dalam akselerasi ekonomi keuangan digital. Keppres Tahun 2021 telah membentuk TP2DD di beberapa Pemda di Indonesia.” Saat ini ada 542 Pemda dalam TP2DD,” ujar Filianingsih Hendarta.

Penyediaan kanal digital di Balinusra yang terdiri dari 44 Pemda telah mencapai 47,7%, dengan rincian QRIS 75,0%, eBanking 100%, dan e-commerce 61,4%.

” Ekonomi dan keuangan digital terus tumbuh secara eksponensial, ditandai dengan pergeseran preferensi masyarakat dari transaksi tunai ke transaksi digital.” ungkap Filianingsih Hendarta

Filianingsih menambahkan bahwa QRIS dan BI Fast diperlukan dalam transaksi non tunai untuk memudahkan transaksi sistem digital keuangan antar daerah. Pemda yang sudah berada pada tahap digital memiliki rata-rata realisasi PAD, pajak, dan retribusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan Pemda pada tahap lainnya.

Baca Juga : Perry Warjiyo Resmi Menjabat Sebagai Gubernur Bank Indonesia Periode 2023-2028

“PAD digital Pemda tumbuh 41%, sedangkan Transaksi QRIS hingga Juli 2023: 1,7 miliar dengan total Rp 5.017,4 triliun. Kami mendorong daerah meningkatkan layanan digitalisasi keuangan dengan mengunakan QRIS .” pungkas dia

dn

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here