Tambang Raksasa Grup Salim Lahirkan Taipan Baru Indonesia

Tambang Raksasa Grup Salim
Tambang Raksasa Grup Salim Lahirkan Taipan Baru Indonesia
top banner

Tambang Raksasa Grup Salim Lahirkan Taipan Baru Indonesia, Berikut Rincian Harta Kepemilikan Tidak Langsung Amman Mineral

JAKARTA, Nawacita – Tambang Raksasa Grup Salim, Emiten tambang tembaga dan emas milik Grup Salim, Amman Mineral Internasional (AMMN), resmi melantai di bursa dan menjadi perusahaan publik awal bulan ini.

Emiten tambang yang juga dimiliki oleh Grup Medco milik keluarga Panigoro ini berhasil menghimpun dana Rp 10,73 triliun setelah melepas 8,80% saham baru kepada investor publik dengan kapitalisasi awal ketika melantai tercatat Rp 121,89 triliun.

Semenjak melantai di bursa, saham AMMN tercatat telah menguat tajam atau naik 66,96% dari harga IPO. Pada perdagangan intraday Senin (31/7/2023), saham AMMN diperdagangkan di harga Rp2.830, naik 6,39% secara harian dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 203,52 triliun.

Kenaikan harga saham AMMN ikut mengerek harta kekayaan para pemegang saham. Merujuk prospektus IPO, setidaknya ada 4 taipan baru yang kekayaan mencapai US$ 1 miliar dolar atas kepemilikan saham di perusahaan tambang tersebut. Selain itu, Anthoni Salim sosok sentral di balik AMMN yang merupakan salah satu orang terkaya di RI juga mengalami lonjakan harta kekayaan pasca perusahaan tersebut IPO.

Jaringan Konglomerat di Balik IPO Amman

Sejumlah nama besar muncul dalam prospektus IPO tambang tembaga raksasa RI ini, termasuk Grup Salim dan Keluarga Panigoro, pemilik Grup Medco. Selain itu terdapat juga sejumlah nama baru yang namanya juga muncul lewat kepemilikan tidak langsung di Amman Mineral.

Baca Juga: Aguan Sang Naga Jadi Dirut PANI, Ini Dia Daftar Susunan Komisaris serta Direksi Terbaru

Berdasarkan Analisis media, ada 24 nama yang muncul dalam struktur kepemilikan saham Amman Mineral, yang mana kala resmi melantai di bursa total kepemilikan di saham Amman Mineral mencapai Rp 104 triliun.

Tambang Raksasa Grup Salim
Tambang Raksasa Grup Salim Lahirkan Taipan Baru Indonesia.

Berikut secara rinci harta 21 individu yang terikat di Amman Mineral lewat kepemilikan tidak langsung, beserta afiliasi nya.

Taipan di Balik IPO Amman Mineral

 
Husein Susilo Tjioe 12.62% 25.67
Agoes Projosasmito 9.35% 19.02
Hindarto Budiono 7.93% 16.13
Alexander Ramlie 7.17% 14.59
Anthoni Salim 7.14% 14.52
Tan Hang Huat 4.71% 9.58
Denny Susanto Halim 3.97% 8.07
Adhi Indrawan 3.29% 6.70
Edie Herjadi 3.29% 6.70
Edwin Setia Budi Rachman 3.14% 6.39
Aditya Sasmito 3.12% 6.34
Adrian Wicaksono 3.12% 6.34
Sudjiono Timan 2.42% 4.92
Raisis Arifin Panigoro 2.39% 4.87
Rianto Nurhadi 2.34% 4.77
Hilmi Panigoro 2.23% 4.55
Nathan Anthony Barki 1.98% 4.03
Maera 1.80% 3.65
Yaser Raimi 1.80% 3.65
Axton Salim 0.79% 1.61
Suradi 0.69% 1.40

 

Dari daftar tersebut, ada 4 nama yang mungkin kurang familiar di telinga publik namun tercatat telah menjadi orang terkaya RI baru berkat kinerja cemerlang saham AMMN. Sosok tersebut yaitu termasuk Agus Projo, eks bankir ‘raja akuisisi’ tambang RI yang dekat dengan Salim, Presiden Direktur Amman Mineral Alexander Ramlie hingga dua individu yang terafiliasi dengan Grup Salim.

Pertama ada nama Husein Susilo Tjioe, sosok yang terafiliasi dengan Grup Salim tersebut memiliki harta Rp 25,67 triliun lewat kepemilikan tidak langsung di AMMN. Harta tersebut setara dengan US$ 1,71 miliar dengan asumsi kurs Rp 15.000/US$.

Kemudian ada nama Agoes Projosasmito, sosok yang dekat dengan Salim tersebut diketahui kekayaannya lewat kepemilikan tidak langsung di AMMN tercatat Rp 19,02 triliun (US$ 1,27 miliar).

Kemudian ada nama Hindarto Budiono yang namanya sempat muncul dalam akuisisi bersama Grup Agung Sedayu dan Salim atas emiten produk kaleng PANI. Kekayaan Hindarto lewat kepemilikan tidak langsung di AMMN tercatat senilai Rp 16,13 triliun (US$ 1,08 miliar).

Nama terakhir yang masuk deretan orang terkaya Indonesia adalah Presiden Direktur Amman Mineral Alexander Ramlie yang lewat kepemilikan tidak langsung di emiten tersebut hartanya mencapai Rp 14,59 triliun atau nyaris menyentuh US$ 1 miliar.

cnbnws.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here