Sirkuit Mandalika Tinggalkan Utang Rp 4,6 Triliun, Injourney Ajukan PMN

Sirkuit Mandalika
Sirkuit Mandalika
top banner

Sirkuit Mandalika Tinggalkan Utang Rp 4,6 Triliun, Injourney Ajukan PMN

Jakarta, Nawacita | Pengembangan Kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tinggalkan utang hingga Rp 4,6 Triliun. Utang tersebut untuk pengembangan Kawasan Mandalika seluas 1.200 hektare.

Direktur Utama (Dirut) InJourney, Dony Oskaria menjelaskan, pengembangan kawasan Mandalika dilakukan dengan melakukan utang kepada perbankan. Hal ini menjadi beban berkelanjutan bagi Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

“Ini yang menjadi persoalan di ITDC. Di samping itu ITDC juga mendapatkan beban untuk penyelenggaraan MotoGP tahun 2022. Ini menjadi beban yang sampai saat ini menjadi tanggungan daripada ITDC,” kata Dony saat rapat bersama Komisi VI DPR RI, dikutip dari kanal Youtube Komisi VI DPR RI, Kamis (15/6).

“Di dalam proses ini, atas dasar ini kami mengajukan proses permintaan PMN (Penyertaan Modal Negara) untuk penyelesaian Mandalika, ini adalah penyelesaian kewajiban yang tertinggal daripada Mandalika, itu sebesar 1 triliun 50 miliar rupiah (Rp 1,05 triliun),” sambungnya.

Sirkuit Mandalika
Sirkuit Mandalika

Dony kemudian menjelaskan, pengajuan PMN itu untuk menyelesaikan problematika yang ditinggalkan. Ini untuk menyelesaikan utang yang ditinggalkan sebelum pihaknya mengambil alih Mandalika.

“Itu waktu kita mengambil alih Mandalika itu posisinya adalah mereka mempunyai short term liabilities Rp 1,2 triliun. Mereka mempunyai long term liabilities Rp 3,4 triliun. Dengan sumber implement capacity hanya dari Nusa Dua. Terus terang saya tidak bisa menyelesaikan yang short term liabilities ini, di mana isi di dalamnya adalah pembangunan Grand Stand, VIP village, sama kebutuhan modal kerja waktu penyelenggaraan event, yaitu Rp 1,2 triliun,” ujar Dony.

Dony mengatakan, untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendek tersebut, pihaknya mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,05 triliun. Sementara untuk tanggungan jangka panjang akan dituntaskan melalui sejumlah program yang telah disiapkan.

Menurutnya, utang tersebut bukan hanya untuk pembangunan Sirkuit Mandalika. Utang tersebut untuk pengembangan kawasan Mandalika seluas 1.200 hektare.

Baca Juga: Sambut MotoGP 2023, Dorna Sports Sarankan Perbanyak Hotel di Mandalika

“Tujuan dari pengembangan itu karena ITDC kan sebagai tourism development, seperti Nusa Dua. Di mana kita mengembangkan 1.200 hektare kawasan (Mandalika). Di dalam pengembangan kawasan itu tentu kita membangun infrastruktur supaya kawasan itu siap untuk ditempati atau diserahkan kepada mitra-mitra seperti hotel, lapangan golf, tentu infrastrukturnya dikembangkan,” kata Dony, Kamis (15/6/2023).

Di kesempatan yang sama, Dony menjelaskan, WSBK Mandalika membuat pihaknya rugi. Maka, sebagai upaya memenuhi kewajiban long term, kejuaraan tersebut akan dihapus musim depan.

Menurut dia, WSBK Mandalika sebagai tontonan juga kurang menarik. Sehingga, tak banyak sponsor yang mau membiayai kejuaraan tersebut.

“Kerugian tahun lalu yang terbesar itu WSBK, bukan MotoGP. WSBK ini memunculkan kerugian, kami akan menegosiasi untuk menghilangkan WSBK ini, sehingga tidak muncul biaya. Ini berdampak penurunan Rp 100 miliar pembiayaan kita,” ungkapnya.

Selain WSBK, MotoGP Mandalika sebenarnya juga rugi. Menurut dia, ada gap sekira Rp 50 miliar antara pemasukan dan pengeluaran. Namun, kerugian tersebut masih bisa dioptimalkan melalui pencarian sponsor. dtk

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here