Alim Markus Bos Maspion Diperiksa KPK Terkait Kasus Gratifikasi Bupati Sidoarjo Saiful Ilah

Alim Markus Bos Maspion Diperiksa KPK
Alim Markus Bos Maspion Diperiksa KPK Terkait Kasus Gratifikasi Bupati Sidoarjo Saiful Ilah
top banner

Alim Markus Bos Maspion Diperiksa KPK Terkait Kasus Gratifikasi Bupati Sidoarjo Saiful Ilah

JAKARTA, Nawacita – Alim Markus Bos Maspion Diperiksa KPK Terkait Kasus Gratifikasi, Presiden Direktur PT Indal Aluminium Industry Tbk. (INAI) atau Maspion Group, Alim Markus hari ini, Rabu (24/5/2023) datang memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia diperiksa terkait kasus gratifikasi mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.

“Betul, yang bersangkutan hadir,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi oleh wartawan, Rabu (24/5/2023). Ali menyampaikan bos Maspion Group itu diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. Adapun ia diperiksa terkait kasus gratifikasi mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.

“Hadir sebagai saksi perkara dugaan korupsi dengan tersangka SI,” jelas Ali. Sementara itu, kasus gratifikasi yang melibatkan tersangka eks Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, sedang dalam penyidikan di KPK. Tim penyidik tengah memeriksa seorang petinggi perusahaan kopi terkait gratifikasi Saiful.

Selain itu, KPK juga telah memeriksa saksi lain, Soedomo Margonoto. Ia adalah Direktur Utama PT Santos Kaya Abadi Kopi Kapal Api yang diperiksa pada Senin (22/5/2023) lalu di gedung Merah Putih KPK. “Tim penyidik telah selesai memeriksa saksi Soedomo Margonoto,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan Senin lalu, dikutip media Rabu (23/5/2023).

Sosok Presiden Direktur PT Indal Aluminium Industry Tbk. (INAI) itu sudah selazimnya dikenal masyarakat Indonesia karena sering tampil di iklan produknya yaitu Maspion. Alim Markus yang dikenal dengan semboyan “Cintailah Produk-produk Indonesia” ini ternyata memiliki sejarah yang unik.

Kisah Sukses Alim Markus

Ayahnya, Lin Xueshan, berasal dari Fujian. Selazimnya orang Tionghoa, dia juga ikut merantau untuk mencari kehidupan baru. Setelah berhari-hari terombang-ambing ganasnya ombak samudera, dia akhirnya sampai di Surabaya. Di kota inilah dia menata kehidupan baru. Kelak dia dikenal sebagai Alim Husin.

Leo Suryadinata dalam Southeast Asian Personalities of Chinese Descent: Biographical Dictionary (2012) mengungkap Alim Husin adalah pendiri dari sebuah usaha alat masak alumunium bernama UD Logam Djawa yang berjalan tahun 1960-an.

Lewat usaha tersebut, Alim Husin memulai pembuatan alat-alat rumah tangga, seperti kompor dan ember. Selain itu, dia juga membuka toko jasa perbaikan pompa air dan lampu petromak. Di Surabaya Alim Husin menikah dan mempunyai anak laki-laki tertua bernama Lin Wenguang yang kelak dikenal sebagai Alim Markus.

Baca Juga: Kisah Sukses Liem Sioe Liong Alias Sudono Salim, Pengusaha Yang Dekat Dengan Soeharto

Markus dididik secara serius oleh bapaknya dengan harapan dapat mengoperasikan usahanya di masa depan. Tercatat, ia pernah kursus bahasa asing, kuliah di Taiwan dan sekolah bisnis di National University of Singapore (NUS) Singapura.

Upaya ini membuahkan hasil. Pada 1971, anak-bapak itu mendirikan usaha bernama Jin Feng yang artinya puncak emas. Bisnisnya alat rumah tangga. Muhammad Ma’ruf dalam 50 Great Business Ideas From Indonesia (2010) menyebut kalau Markus menjadi direktur utama. Perlahan, Jin Feng berubah menjadi Maspion.

Alim Markus Bos Maspion Diperiksa KPK
Alim Markus Bos Maspion Diperiksa KPK Terkait Kasus Gratifikasi Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.

Maspion sendiri adalah akronim dari Mengajak Anda Selalu Percaya Industri Olahan Nasional. Karena inilah, Markus dan Maspion selalu mengangkat isu “cintailah produk-produk dalam negeri”.

Di tangan Markus, Maspion punya 7.000 macam produk rumah tangga. Jumlah ini menjadikan Maspion sebagai raja alat-alat rumah tangga. Mulai dari ember, kompor, sampai pipa diproduksi Maspion dalam skala besar. Akibat minim persaingan, Maspion laku keras.

Maspion bukan hanya bermain di dalam negeri. Perusahaan ini menjadi bukti kalau produk dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional. Tercatat, produknya juga dipasarkan ke Amerika Serikat, Jepang, Australia, Eropa dan Timur-Tengah.

Crazy Rich Indonesia

Bahkan, pada 1995 Maspion mendapat keuntungan US$ 100 juta dari perdagangan ekspor dan berani mendirikan Maspion cabang Kanada. Pada 1989, Maspion juga bermain di bisnis perbankan dengan mendirikan Bank Maspion.

Menjadi raja alat rumah tangga membuat Alim Markus jadi crazy rich. Dia jadi salah satu orang terkaya di Indonesia dengan harta sekitar US$ 500 juta atau Rp. 7,4 Triliun.

Kini Maspion Group mengembangkan sayap bisnis menjadi 8 kategori bisnis utama: Layanan Produk Konsumen, Produk Konsumen Industri, Konstruksi dan Material Bangunan, Hotel, Properti Komersil dan Properti Industri, Perbankan, Perdagangan dan Distribusi, Infrastruktur dan Energi, serta beragam bisnis lainnya.

Berikut anak usaha dari Maspion Group Bank Maspion Indonesia, PT Indalex, PT Indal Aluminium Industry, PT Indal Gypsum Industry, PT Furukawa Indal Aluminium, PT Weilburger Coatings Indonesia, PT Cashew Grebe Indonesia, PT Indal Servis Sentra, PT Maspion Trading, PT Maxim Housewares Indonesia, Bumi Maspion, Citra Maspion Contractor, Maspion Kencana, Ishizuka Maspion Indonesia, Alaskair Maspion, Srithai Maspion Indonesia.

Terpantau, saham INAI anjlok 3,88% atau turun -10.00 basis poin ke level 248.00 per pukul 13.44 pada perdagangan Rabu (24/5/2023).

cnbnws.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here