Terlihat Mirip tapi Beda, Ini Perbedaan Cemas dan Stres

ilustrasi stres
ilustrasi stres
top banner

Terlihat Mirip tapi Beda, Ini Perbedaan Cemas dan Stres

Jakarta, Nawacita | Meski mirip tapi nyatanya berbeda, simak perbedaan cemas dan stres. Stres dan kecemasan adalah respons alami tubuh terhadap bahaya. Respons tersebut muncul untuk memastikan seseorang tetap waspada, fokus, dan siap menghadapi ancaman.

Dengan kata lain, stres dan kecemasan adalah bagian normal dalam kehidupan meski terkadang bisa membuat kita kewalahan.

Stres dan cemas memang terlihat mirip. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Pada dasarnya, stres dan kecemasan sama-sama bentuk respons emosional.

Akan tetapi, stres sering terjadi karena pemicu ekstrenal. Orang yang mengalami stres mengalami gejala mental dan fisik, seperti lekas marah, marah, lelah, nyeri otot, masalah pencernaan, dan sulit tidur.

ilustrasi cemas
ilustrasi cemas

Hormon stres menyebabkan jantung berdetak lebih cepat, mengakibatkan lebih banyak darah yang dipompa ke organ dan anggota tubuh.

Saat seseorang merasa terancam, tubuhnya melepaskan hormon stres. Respons ini memungkinkan seseorang untuk siap melawan atau melarikan diri. Mereka juga bernapas lebih cepat, dan tekanan darah mereka naik.

Pada saat yang sama, indra seseorang menjadi lebih tajam, dan tubuhnya melepaskan nutrisi ke dalam darah untuk memastikan semua bagian memiliki energi yang mereka butuhkan.

Di sisi lain, kecemasan adalah rasa khawatir terus-menerus yang berlebihan dan seringkali tidak bisa hilang meski tanpa adanya pemicu stres. Kecemasan juga bisa didefinisikan sebagai kekhawatiran yang terus-menerus dan berlebihan, serta tidak hilang bahkan tanpa adanya pemicu stres.

Kecemasan menyebabkan serangkaian gejala yang hampir identik dengan stres, yakni insomnia, kesulitan berkonsentrasi, kelelahan, ketegangan otot, dan mudah tersinggung.

Mengatasi cemas dan stres

Stres ringan dan kecemasan ringan bisa diatasi dengan mekanisme koping yang serupa, seperti aktivitas fisik, diet bergizi, dan istirahat yang cukup. Anda juga bisa meredakan stres dan cemas menggunakan teknik relaksasi, seperti:

  • latihan pernapasan
  • fokus pada kata yang menenangkan, seperti ‘damai’ atau ‘tenang’
  • memvisualisasikan pemandangan yang tenang, seperti pantai atau padang rumput
  • berlatih yoga.

Baca Juga: Pengaruhi Kesehatan Mental, Ini 4 Langkah untuk Hindari Orang Toxic

Jika stres atau kecemasan yang Anda alami tidak merespons teknik manajemen ini atau memengaruhi fungsi atau suasana hati Anda sehari-hari, sebaiknya segeralah berkonsultasi ke profesional kesehatan mental.

Profesional kesehatan mental dapat membantu menentukan apakah Anda mungkin memiliki gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan berbeda dari perasaan cemas jangka pendek. Kecemasan biasanya bertahan selama berbulan-bulan dan berdampak negatif pada suasana hati dan fungsi.

Untuk mengidentifikasi apakah seseorang memiliki gangguan kecemasan umum, dokter akan mencari gejala seperti kekhawatiran yang berlebihan dan sulit dikendalikan yang terjadi hampir setiap hari selama enam bulan. kmps

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here