Korea Utara Kembali Luncurkan 2 Rudal Balistik di Lepas Pantai Timur

ilustrasi rudal Korea Utara
ilustrasi rudal Korea Utara
top banner

Korea Utara Kembali Luncurkan 2 Rudal Balistik di Lepas Pantai Timur

Seoul, Nawacita | Korea Utara luncurkan 2 rudal balistik ke laut lepas pantai timurnya pada Senin (27/3/2023) pagi, kata militer Korea Selatan. Aksi ini merupakan yang terbaru dari serangkaian peluncuran di tengah-tengah latihan militer bersama AS dan Korea Selatan.

Penjaga Pantai Jepang mengatakan dua proyektil yang diyakini sebagai rudal yang ditembakkan Korea Utara jatuh di perairan yang kemungkinan besar mendarat di luar zona ekonomi eksklusif Jepang, menurut media Jepang.

Rudal balistik Korea Utara itu terbang ke ketinggian 50 km dan menempuh jarak 350 km, kata penyiar Jepang NHK.

ilustrasi rudal Korea Utara
ilustrasi rudal Korea Utara

Militer Korea Selatan mengatakan rudal ditembakkan dari provinsi Hwanghae Utara sekitar pukul 07.50 waktu setempat.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida memerintahkan pejabat untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi atas peluncuran dan memastikan keamanan pesawat dan kapal, kata kantornya.

Peluncuran itu adalah yang terbaru dari serangkaian uji senjata Korea Utara, termasuk penembakan beberapa rudal jelajah pada Rabu yang menurut Pyongyang ditujukan untuk melatih serangan nuklir taktis.

Baca Juga: Korsel Minta Bantuan Rusia dan China Hentikan Pengujian Rudal Korut

Pada hari Jumat, Korea Utara mengatakan telah menguji drone serangan bawah air berkemampuan nuklir baru, dan pemimpin Kim Jong-un memperingatkan bahwa latihan militer bersama oleh Korea Selatan dan AS harus dihentikan.

AS dan Korea Selatan telah menyelesaikan latihan musim semi reguler mereka, yang disebut Freedom Shield 23, minggu lalu, tetapi pelatihan lapangan lainnya berlanjut, termasuk latihan pendaratan amfibi yang melibatkan kapal serbu amfibi AS.

Pyongyang telah lama marah pada latihan sekutu ini, dengan mengatakan mereka sedang mempersiapkan invasi ke Korea Utara.

Korea Selatan dan Amerika Serikat mengatakan latihan itu bersifat defensif. brtst 

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here