Surabaya, Nawacita – Tiga bank di Amerika Serikat (Silicon Valley Bank, Signature Bank, dan Silvergate Bank) mulai tumbang dan dikhawatirkan membawa dampak ekonomi yang mengejutkan. Kondisi itu harus segera diantisipasi untuk menghindari potensi krisis ekonomi seperti tahun 1998 dan 2008 yang mengancam perekonomian di Indonesia.
Menurut ketua fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur Gus Fawait, akibat kolepnya bank tersebut, membuat orang sedunia kaget.
“Kita tahu, ekonomi Amerika Serikat merupakan ekonomi terkuat di dunia. Dengan sistem ekonomi yang terbuka, akibat gejolak ekspor impor di situ (AS-red) telah mengguncang negara lain. Dampaknya bisa dilihat misalnya di Argentina dimana inflasi di negara ini sudah mencapai 100 persen kenaikkannya,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Presiden Jokowi, lanjut Gus Fawait beberapa waktu lalu telah mengingatkan agar waspada jangan sampai merembet ke Indonesia. Dan jika berkaca pada krisis 1998, guncangan di sektor ekonomi yang terkenal dengan krisis keuangan dunia pada 15 tahun lalu, Indonesia pun saat itu ikut terdampak.
Menurut Presiden LSN (Laskar Santri Nusantara), ekonomi Indonesia terselamatkan oleh sektor UMKM, sektor informal dan pertanian. Dimana, jumlah penduduk sebagai sumber daya pembeli yang melimpah. Kita juga melihat saat terjadi Covid, sektor yang aman addalah UMKM, informal, dan pertanian.
Makanya, kata ketua TIDAR Jatim ini, Fraksi Gerindra mendorong pemerintah propinsi Jawa Timur, untuk membuat terobosan, apalagi jumlah penduduk Jawa Timur terbesar kedua setelah Jawa Barat.
“Kita lakukan di Jawa Timur pasti berdampak pada Indonesia,” terangnya.
Atas anjuran presiden untuk antisipasi, lanjutnya, Fraksi Gerindra, memint agar pemprov Jatim melakukan terobosan termasuk belanja pada APBD tahun 2023. Dan memberi kemudahan kredit bank plat merah milik pemprov Jatim terhadap UMKM, sektor informal, dan pertanian.
“Apalagi sebentar lagi memasuki bulan ramadhan dan lebaran, maka putaran ekonomi bisa mengantisipasi kenaikan inflasi,” tandas pria asal Jember ini.rgo