Hebatnya Pertanian Organik Brenjonk Trawas Bisa Ditiru Desa Lain

Pertanian Organik
Harie saat memonitoring pertumbuhan bibit tanaman di rumah sayur organik (RSO)
top banner

Pertanian Organik Brenjonk Hasilkan Beras dan Sayur Sehat

Mojokerto, Nawacita – Selain terkenal dengan pariwisatanya, Kecamatan Trawas juga memiliki lahan pertanian organik. Dengan  geografis di dataran tinggi membuat kondisi lingkungan Trawas mempunyai komoditas penghasilan dari sektor pertanian unggul.

Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani tentunya mempunyai cara tersendiri untuk mengelola hasil pertaniannya. Ada yang mengelola lahanya secara organik ada juga yang menjadi petani non organik. Salah satunya di dusun Penanggungan, desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto yang terkenal dengan wisata kampung organik Brenjonk.

Baca Juga : Kagumi Indahnya Poetok Soeko Sukosari Trawas Kreasi BumDes

Sistem pertanian organik biasanya di kenal dengan sistem produksi pertanian holistik dan terpadu mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami. Sehingga mampu menghasilkan pangan dan serat yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan. “Selain kita bertani dilahan terbuka, kita juga menanam di tempat-tempat yang tersisa seperti di depan pekarangan rumah penduduk, kita menggunakan model RSO (rumah sayur organik) atau yang lebih dikenak dengan tenda dengan atap ultraviolet dan jaring sebagai dinding yang menutupinya,” ucap Harie Samoro, anggota komunitas pertanian organik Brenjonk saat bercerita kepada Nawacita.co di kantor komunitas pertanian organik Brenjonk, Minggu (12/3/2023).

Pertanian Organik
Pertanian Organik di Trawas Mojokerto.

Aneka berbagai tanaman yang di tanam disini, mulai dari sayuran, bawang merah, bawang putih, bawang pre, bayam, cabai, buncis, kemangi dan kangkung. Sedangkan Untuk tanaman pohon alpukat, durian, pisang dan pepaya. bukan hanya tanaman sayuran dan buah-buahan yang memakai metode organik, disini padi juga menerapkan sistem organik.

“Untuk pemupukan biasanya menggunakan pupuk kandang dan pupuk kompos yang di buat sendiri. Produk yang dihasilkan dari pertanian organik ini adalah beras putih, beras hitam, beras pandan wangi, beras cokelat, beras merah dan kacang kedelai,” ujarnya.

Harie manambahkan, untuk hasil perkebunan dan pertanian warga, komunitas pertanian organik Brenjonk sudah mendapatkan sertifikasi organik dari PT Biocert Bogor yang berstandar internasional. Sehingga penjualannya bisa masuk ke supermarket, selain bergerak di bidang pertanian organik Komunitas ini juga memberikan fasilitas kepada warga berupa pelatihan dan pendampingan pertanian organik, pinjaman RSO, perbekalan biodegradasi oleh jamur dan bakteri, perencanaan pengemasan dan penjualan hasil panen.

Penulis : Fio Atmaja

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here