Tata Cara Sholat Nisfu Syaban: Ini Bacaan Niat hingga Doanya

top banner

Surabaya, Nawacita – Tata cara sholat Nisfu Syaban wajib diketahui oleh umat Islam yang ingin menunaikan sholat tersebut. Berikut ini adalah tata cara sholat Nisfu Syaban yang bisa diikuti oleh umat Islam lengkap dengan doanya.

Malam Nisfu Syaban 1444 H tahun ini akan jatuh antara 7 dan 8 Maret 2023. Artinya, umat Islam dapat mengerjakan sholat Nisfu Syaban mulai besok.

Untuk diketahui, pada malam Nisfu Syaban ini diyakini semua dosa manusia akan dihapuskan oleh Allah SWT bagi siapapun yang bertaubat. Maka, pada malam Nisfu Syaban dianjurkan untuk mengerjakan amalan, seperti puasa hingga mengerjakan sholat sunnah.

Tata Cara Sholat Nisfu Syaban

Dikutip dari laman resmi SMK Pertiwi Kuningan, smkpertiwikng.sch.id, berikut ini tata cara sholat Nisfu Syaban:

1. Melafalkan Niat

Bacaan niat sholat sunah Nisfu Syaban:

“Usholli sunnatan nisfu sya’baana rak’ataini lillahi ta’ala”

Artinya: “Saya sholat sunnat Nisfu Sya’ban dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Nisfu Syaban Malam Hari

Sholat Nisfu Syaban bisa dikerjakan pada malam hari dengan melafalkan niat berikut ini:

“Usholli sunnata lailati nisfu sya’baana rok’ataini lillahi ta’alaa”

Artinya: “Saya shalat sunnat malam Nisfu Sya’ban dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Takbiratul Ikhram, mengangkat kedua tangan ke atas sejajar telinga dengan membaca bacaan Allahu akbar.

2. Membaca bacaan doa Iftitah, Al Fatihah, dan surat pendek. Diutamakan membaca surat Al Kafirun.
3. Rukuk, dengan membaca doa rukuk.
4. Itidal, dengan membaca doa Itidal.
5. Sujud, dengan membaca doa sujud.
6. Duduk di antara dua sujud, dengan membaca bacaan doanya.
7. Sujud kedua.
8. Berdiri menunaikan rakaat kedua.
9. Membaca Al Fatihah, kemudian diutamakan membaca surat Al Ikhlas.
11. Duduk tahiyat akhir.
12. Mengucap salam.

Doa Setelah Sholat Nisfu Syaban

Dikutip dari laman resmi NU, berikut ini doa yang bisa dilafalkan setelah mengerjakan sholat Nisfu Syaban:

اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيْنَا فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتَنَا وَحِرْمَانَنَا وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا، وَاكْتُبْنَا عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu ‘alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in’ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma’manal khā’ifīn. Allāhumma in kunta katabtanā ‘indaka fī ummil kitābi asyqiyā’a au mahrūmīna au muqattarīna ‘alaynā fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi syaqāwatanā, wa hirmānanā waqtitāra rizqinā, waktubnā ‘indaka su’adā’a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munzali ‘ala lisāni nabiyyikal mursali “Yamhullāhu mā yasyā’u wa yutsbitu wa ‘indahū ummul kitāb.” Wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil ‘ālamīn.

Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisiMu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku disisiMu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Allah bershalawat dan bersalam atas Sayyidina Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”

Demikian penjelasan mengenai tata cara sholat Nisfu Syaban lengkap dari bacaan niat hingga doanya. Semoga bermanfaat, Lur!

dtk

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here