Ahli Kesehatan Sarankan Pakai Sabun Cair daripada Batang, Mengapa?

ilustrasi sabun cair dan sabun batang
ilustrasi sabun cair dan sabun batang
top banner

Ahli Kesehatan Sarankan Pakai Sabun Cair daripada Batang, Mengapa?

Jakarta, Nawacita | Ahli kesehatan sarankan pakai sabun cair daripada sabun batang. Memiliki rutinitas perawatan kulit yang sehat tidak hanya untuk wajah, tetapi juga seluruh tubuh. Perawatan kulit yang baik dapat membuat Anda memperoleh manfaat yang tepat.

Itulah mengapa beberapa ahli kesehatan mempertanyakan satu produk populer, yaitu sabun batang, dan menyarankan Anda menukarnya dengan sabun cair. Meskipun sabun batangan memiliki sedikit dampak lingkungan yang rendah berkat kemasan non-plastiknya, sabun cair memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sabun batangan, menurut pakar kesehatan.

Berikut penjelasan lengkapnya seperti dilansir laman Best Life, Kamis (3/2/2023):

1. Sabun cair lebih melembapkan dibandingkan sabun batang

Jika saat ini Anda menggunakan sabun batang dan menderita kulit kering atau gatal, para ahli menyarankan untuk beralih ke sabun cair.

ilustrasi sabun cair dan sabun batang
ilustrasi sabun cair dan sabun batang

“Sabun cair biasanya mengandung bahan pelembap, seperti gliserin yang membantu melembapkan kulit, sedangkan sabun batang bisa mengeringkan,” kata perwakilan dari American Cosmetic Association, Steven Lane.

Dokter kulit untuk My Eczema Team, Enrizza Factor, setuju bahwa pertukaran sederhana ini dapat membantu mengurangi kekeringan yang tidak diinginkan.

“Sabun batanh membersihkan permukaan kulit Anda dengan melarutkan lapisan kotoran. Sabun mandi cair bekerja dengan cara yang sama, tetapi tidak hanya membersihkan kulit tetapi juga melembapkannya dan mengatasi masalah kulit lainnya,” katanya menjelaskan.

2. Lebih nyaman 

Lane mengatakan, Anda mungkin merasakan sabun cair lebih nyaman dibandingkan sabun batang.

“Sabun cair lebih berbusa dibandingkan sabun batang yang membuatnya lebih mudah menyebar ke seluruh kulit dan menghasilkan busa yang banyak,” kata dia.

Dia menyebut, sabun cair hadir dalam berbagai formulasi termasuk gel, cairan, dan krim, serta dengan aroma yang berbeda. Hal ini menjadikannya lebih serbaguna dibandingkan sabun batang.

Baca Juga: Perlukah Mencuci Kaki Pakai Sabun saat Mandi?

“Jika kulit Anda memiliki kebutuhan khusus, bicarakan dengan dokter kulit untuk mengetahui formulasi atau bahan mana yang paling cocok,” ujar Lane.

3. Sabun cair lebih kecil kemungkinannya untuk menampung bakteri

Menurut Lane, sabun cair lebih higienis dibandingkan dengan sabun batang. Alasannya, yakni sabun cair lebih kecil kemungkinan untuk menampung bakteri dan jamur.

Factor setuju bahwa sabun cair sedikit lebih higienis dibandingkan sabun batang.

“Itu karena bakteri dapat hidup dan menetap di sana dari pancuran ke pancuran dan dari orang ke orang,” kata dia.

Untuk menghindari penumpukan bakteri, selalu bilas sabun batang di antara penggunaan dan biarkan hingga benar-benar kering.

“Dengan sabun cair, lebih mudah menghindari penumpukan bakteri karena tidak menyentuh kulit saat berada di dalam botol,” kata Factor.

Namun, seorang dokter kulit yang saat ini bekerja dengan Grup Dermatologi Schweiger, Erum Ilyas, mengatakan bahwa jika Anda terus menggunakan sabun batang, kemungkinan tidak akan menimbulkan bahaya.

“Sabun secara teknis ‘bersih’. Bahkan, jika sabun batang mengering dan bakteri menemukan jalannya ke sabun tersebut, mereka tidak menyebarkan penyakit,” kata dia.

4. Lebih lembut di kulit

Factor mengatakan, sabun mandi bisa lebih lembut di kulit dibandingkan dengan sabun batang.

“Sabun batang bisa lebih mengeringkan dibandingkan sabun cair. Ini perlu menjadi pertimbangan penting bagi mereka yang memiliki kulit kering atau sensitif. Sebaliknya, sabun cair umumnya memiliki pH lebih rendah yang lebih baik untuk kulit yang lebih sensitif,” ujarnya.

Baca Juga: Pakai Sabun Batangan Bisa Menyebarkan Bakteri? Begini Penjelasannya

Ilyas setuju bahwa ini cenderung benar. “Banyak sabun batang memiliki pH dalam kisaran 10-12. Saat bersentuhan dengan kulit kita yang asam, hasilnya adalah efek pengeringan atau dehidrasi pada kulit,” katanya menjelaskan.

Dia mengatakan, sabun cair cenderung memiliki pH dalam kisaran 8. “Anda membutuhkan pH pembersih sedikit lebih tinggi dari pH kulit untuk memungkinkan efek pembersihan,” ujarnya.

Namun, semua sabun batang dan sabun cair dapat mengiritasi kulit jika Anda meninggalkan bekasnya setelah dicuci.

“Perlu diingat bahwa apa pun jenis pembersih yang digunakan, Anda harus membilasnya secara menyeluruh setelah selesai,” kata Factor. rpblk

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here