Potret Perayaan Imlek Kwan Im Teng, Klenteng tertua di Jakarta

0
102
Imlek Kwan Im Teng
Umat Tionghoa merayakan Imlek Kwan Im Teng di Wihara DharmaBakti, Jakarta, Minggu 22/1/2023. Foto : Tia / Nawacita

Suasana Perayaan Imlek Kwan Im Teng di Wihara Dharma Bhakti pasca 2 tahun pandemi

Jakarta, nawacita – Dalam perayaan Imlek Kwan Im Teng Ribuan masyarakat Tionghoa mengikuti serangkaian ibadah di Wihara Dharma Bhakti, Jakarta Minggu, (22/1/2023). Perayaan imlek tahun ini digelar dengan meriah di sejumlah klenteng di Jakarta. Tak terkecuali di klenteng tertua di Jakarta ini.

Tahun ini merupakan kali pertama Kelenteng Dharma Bhakti tidak memberlakukan pembatasan setelah dua tahun dilanda pandemi. Ketua Yayasan Dharma Bhakti, Shirley Wijayamengatakan pihaknya tidak memberi batasan untuk siapapun yang beribadah. Pasalnya jemaat yang datang juga sangat antusias karena PPKM sudah dicabut.

“ Kita sangat senang karena PPKM sudah berakhir, dan bisa merayakan imlek secara normal lagi. Kita juga buka 24 jam ya dari kemarin malam jadi umat-jumat yang dateng dan berdoa itu sangat antusias sekali,” tuturnya saat ditemui di depan Klenteng.

Meski demikian, Shirley tetap mengimbau untuk masyarakat yang hadir agar menerapkan protokol kesehatan.

“Bagi umat yang datang walaupun sudah tidak PPKM, tetap harus lebih menjaga protokol ya, masker kalau bisa tetap digunakan seperti itu,” lanjut Shirley.

Shirley Wijaya
Ketua Yayasan Dharma Bhakti, Shirley Wijaya. Foto : Tia / nawacita

Seperti yang sudah diketahui, imlek tahun ini memasuki tahun kelinci. Kelinci melambangkan kelembutan dan merupakan hewan yang cerdik. Shirley berharap tahun ini dilimpahi kesehatan, kemakmuran, dan kebahagiaan bagi semua.

Puncak Rangkaian acara imlek akan dilaksanakan pada 5 Februari 2023 dengan berbagai acara parade.

Baca juga : Perayaan Imlek 2023 di Solo Dimeriahkan 5.000 Lampion hingga Grebek Sudiro

Kim Tek Ie atau Vihara Dharma Bhakti adalah kelenteng tertua di Jakarta, selain Klenteng Ancol. Klenteng ini dibangun pertama kali pada tahun 1650 dan dinamakan Kwan Im Teng. Kata Kwan Im Teng kemudian diserap ke dalam Bahasa Indonesia menjadi klenteng.

Penulis : Tia Nurullatifah

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here