Eksportir Sebut Harga Kopi Gayo Masih Stabil di Tengah Kelesuan Pasar Dunia

0
157
ilustrasi kopi gayo

Eksportir Sebut Harga Kopi Gayo Masih Stabil di Tengah Kelesuan Pasar Dunia

Banda Aceh, Nawacita | Harga kopi Gayo masih stabil hingga saat ini di tengah kelesuan pasar dunia kata eksportir kopi Gayo, Armiyadi.

“Harga kopi arabika di tingkat petani sekarang berkisar antara Rp 13 ribu sampai Rp 14 ribu per kilogram untuk kopi cherry atau gelondong,” kata Armiyadi di Takengon, Rabu (30/11/2022).

Ia menjelaskan harga kopi Gayo saat ini masih berkisar antara 6,2 dolar AS sampai 6,3 dolar AS per kilogram untuk kopi biji hijau (green bean) siap ekspor. Menurutnya saat ini harga kopi dunia cenderung turun di tengah krisis dan resesi yang dialami sejumlah negara di Eropa dan Amerika.

“Alhamdulillah kopi Gayo mampu bertahan pada kisaran harga normal dan cenderung stabil karena memiliki kualitas yang telah diakui dunia,” katanya.

pekerja menyortir biji kopi arabika gayo
pekerja menyortir biji kopi arabika gayo

Sebelumnya Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar menyebut sebanyak 11,1 ribu ton kopi arabika Gayo telah diekspor ke berbagai negara sepanjang tahun 2022. Ia menjelaskan berdasarkan rekapitulasi data ekspor kopi arabika Gayo dari eksportir lokal asal Kabupaten Aceh Tengah, sejak Januari hingga September 2022 terdata 11,1 ribu ton kopi arabika Gayo telah diekspor dengan jumlah nominal sebesar 76,41 juta dolar AS.

Menurutnya pemerintah daerah juga terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan dalam mendukung aktivitas ekspor kopi Gayo agar lebih efektif dan efisien ke depannya.

Langkah-langkah yang ditempuh di antaranya dengan lebih mendekatkan layanan pengurusan dokumen ekspor dan berupaya menghadirkan pelabuhan darat (dry port) di daerah itu sehingga proses menjadi dekat dan kualitas ekspor dapat terjaga.

Shabela menyampaikan kopi arabika Gayo sejak lama telah menjadi komoditi andalan daerah itu di pasar global. Aceh Tengah memiliki luas lahan perkebunan kopi mencapai 48.300 hektare dengan rata-rata produksi 720 kilogram per hektare.

Baca Juga: Aceh Tengah Ekspor Kopi Gayo ke Amerika Serikat Senilai Rp10 Miliar

Pemerintah daerah juga terus berupaya meningkatkan produksi kopi di daerah itu termasuk menjalin kerja sama dengan lembaga dan pihak-pihak yang konsen di bidang perkebunan kopi.

Salah satunya kata Shabela adalah kerja sama dengan lembaga Sustainable Coffee Platform Indonesia (Scopi) untuk tujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas kopi Gayo dengan cara memberikan edukasi dan peningkatan profesionalisme kepada petani kopi di daerah itu.

“Selama ini para petani belum terfasilitasi dengan praktik budi daya tani yang tepat. Kami berharap kerja sama ini akan meningkatkan kuantitas dan kualitas kopi arabika gayo,” kata Shabela Abubakar. rpblk

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here