26 November: Hari Tanpa Belanja Sedunia, Sebuah Upaya Melawan Konsumerisme

0
237
Hari Tanpa Belanja Sedunia
Hari Tanpa Belanja Sedunia

26 November: Hari Tanpa Belanja Sedunia, Sebuah Upaya Melawan Konsumerisme

Jakarta, Nawacita | Hari Tanpa Belanja Sedunia atau Buy Nothing Day diperingati setiap tanggal 26 November. Tahun ini, peringatan Hari Tanpa Belanja jatuh pada Sabtu (26/11/2022). Peringatan Hari Tanpa Belanja menjadi sebuah upaya untuk melawan konsumerisme.

Sebagai informasi, konsumerisme merupakan paham atau gaya hidup yang menganggap barang-barang mewah sebagai ukuran kebahagiaan. Itulah sebabnya, masyarakat diharapkan tidak berbelanja selama 24 jam saat Hari Tanpa Belanja.

Sejarah Hari Tanpa Belanja

Dilansir dari detikNews, peringatan ini dirayakan setelah hari Thanksgiving yang diperingati di Amerika Utara, Swedia, Finlandia dan Inggris. Di negara lain, Hari Tanpa Belanja dirayakan pada hari berikutnya. Karena itulah setiap tahunnya tanggal perayaan ini cenderung berbeda tanggal. Saat ini, lebih dari 65 negara sudah berpartisipasi dalam perayaan ini.

ilustrasi belanja
ilustrasi belanja

Hari Tanpa Belanja diperingati pertama kali di Vancouver, Kanada. Melansir laman buynothingday, pada 1992, seniman Ted Dave adalah orang pertama yang merayakannya setelah perayaan American Thanksgiving. Sejak saat itu, Hari Tanpa Belanja dianggap penting lantaran hendak mencegah budaya konsumtif.

Pada 1997, negara lain memutuskan untuk memindahkan perayaannya ke hari Jumat setelah Thanksgiving atau Black Friday yang menjadi momen belanja tersibuk di dunia.

Baca Juga: Hari Guru Nasional 2022, Mendikbudristek Ajak Guru Berinovasi dan Ciptakan Kebaruan

Setelah kampanye Hari Tanpa Belanja digaungkan, kampanye serupa mulai muncul di Amerika Serikat, Inggris Raya, Israel, Austria, Jerman, Selandia Baru, Jepang, Belanda, Prancis dan Norwegia.

Adbusters selaku organisasi nirlaba di Kanada turut bertanggung jawab dalam perayaan hari tanpa belanja. Mereka menilai, perayaan ini bukan hanya untuk mengubah kebiasaan masyarakat, namun berkomitmen untuk mengurangi pola hidup yang konsumtif agar menghasilkan sedikit limbah. dtk

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here