Peringati Tahun Baru Islam Hartoyo Dewan Jatim Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaaan

0
79

Surabaya | Nawacita  –   Dalam rangka memperingati Hari tahun baru Islam Hartoyo selaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Jawa Timur kembali melaksanakan  kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, dengan mengambil tema ” Empat pilar dan pengembangan Pondok Pesantren “

Bertempat di BJ Juction Mall lt. 2 Surabaya, selain Hartoyo anggota komisi E yang membidangi Kesra (Kesejahteraan Rakyat), hadir pula sebagai Narasumber kadir Ridwan .’ Minggu, (31/07/2022).

Dihadapan ratusan warga yang sebagian besarnya adalah ibu-ibu, Hartoyo memaparkan bahwa wawasan kebangsaan adalah salah satu pengetahuan penting bagi warga negara Indonesia

Hartoyo selaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Jawa Timur
Kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan yang  kita lakukan ini, dalam rangka memperingati tahun baru Islam sehingga kita mengambil soslisasi tentang pondok pesantren selain itu juga ada siraman rohani.

“Sebagain tadi Baru tahu, di Jatim ada perda untuk pesantren terkait masalah fasilitas apa saja yang digunakan, kemudian juga lulusan lulusan pondok pesantren bisa di akomodir didalam perda tujuanya memang seperti itu, ” papar Hartoyo

kita buat payung hukum sehingga Pemerintah ikut hadir dalam rangka, pertama, punya  kepentingan masalah indeks pembangunan manusia (IPM) kedua, karena untuk meraih WTT tidak gampang pasti ada catatan IPM ( Index Pembangunan Manusia),

“Dengan bangkitnya perda ini bisa,  mengakomodir lulusan pesantren untuk bisa melanjutkan jenjang sekolah yang setara dengan pendidikan formal lainnya itu salah satunya.

‘” Untuk pemerataan bantuan selama ini tidak di perhatikan, sehingga didalam perda itu semua OPD seperti kepala desa harus menganggarkan mulai dari perumahan, pertanian sampai pendidikan serta kesehatan dan kami masukan perda itu untuk anggaran,” ucap Hartoyo

Sementara itu, Kardi Ridwan sebagai   narasumber menyampaikan, dalam kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan memang sangat bagus, selain itu juga untuk menambah wawasan kepada masyarakat.

” Terutama ditekankan masalah pesantren. keberadaan pesantren selama ini masih di nomor sekian, ternyata dalam kurung waktu akhir-akhir ini , dipesantren untuk nilai pendidikan saya kira sama diluar pesantren termasuk lulusannya,” ucap nya

ditambahkan, saya rasa tidak kalah dengan lulusan diluar pesantren, memang kelebihan untuk nilai agamanya lebih mantap sehinnga keberadaan tidak diragukan lagi.

Lebih lanjut, untuk pesantren yang ada UMKM, saya rasa bagus sekali, karena dengan adanya itu Pesantren akan lebih berkembang dan maju  artinya untuk mewujudkan masyarakat dilingkup Pesantren

” Harapannya, masyarakat jangan ragu lagi  dengan adanya pesantren dan jangan terganggu oleh segelintir oknum oknum, ibarat gara gara nila setitik Rusak Susu Sebelanga, ” tutup kardi Ridwan

Dn

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY