Lahan Fasum Dan Fasos Dibangun Untuk Tempat Usaha Warga Mengadu Ke Komisi C

0
119

Surabaya | Nawacita  – Sejumlah warga Perum RW 06 Semolowaru Elok Kelurahan Semolowaru wadul di Komisi C DPRD Kota Surabaya, Kamis siang (28/7/2022), terkait masalah bangunan liar (Bangli) diindikasi berdiri di lahan fasum/fasos Perumahan Semolowaru Elok

Warga Perum RW 06 Semolowaru Elok yang terdiri berkisar 400 kartu keluarga beranggapan lahan fasum/fasos telah di beli dari developer PT Persada Nusantara sebelumnya, akan tetapi telah dibangun bengkel Mobil, Cucian Mobil hampir Puluhan Tahun

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Endi Suhadi menyampaikan, Sebetulnya bangli yang diindikasi berdiri di atas lahan fasum dan fasos di Perum RW.06 dari RT 01 Sampai RT 08 Perumahan Elok Kelurahan Semolowaru warga  merasa resah dengan adanya bangunan liar (Bangli) seperti dibangunya dibuat bengkel mobil, Cucian Mobil, Warung

“Sebetulnya dilihat dari proses perizinannya kalau berdiri di perumahan seharusnya tidak boleh, karena hanya peruntukan untuk tempat tinggal saja,” ucap anggota dewan dari Komisi C Endy Suhadi, kamis, (28/07/2022).

Pertama, dari situlah mereka melanggar aturan, kedua, diindikasi berkaitan fasum dan fasos yang dulu sejak berdirinya perumahan warga  tersebut, bahwa lokasi tersebut berdiri diatas lahan fasum dan fasos.

“Notabene, merasa warga perum Kelurahan Semolowaru Elok RW 06 terutama di RT 01sampai RT 08, bahwa lahan tersebut adalah lahan fasum dan fasos,”  terang Endy Suhadi dalam wawancara dengan awak media

akan tetapi beberapa tahun itu, ada bangunan  yang diindikasi sudah dimiliki oleh Haji Ali Imron dan itu dimiliki oleh orang yang menyewa atau mengkontrak lahan tersebut. Nantinya kita akan kroscek ke Cipta Karya dengan DPRKPP ke Kelurahan semolowaru serta Kecamatan Sukolilo dan Satpol PP

“kalau memang benar benar kaitanya dengan bukti kepemilikan yang di miliki oleh Haji Ali Imron dan diindikasi masuk wilayah fasum dan fasos itu harus diterbitkan,” ucap Endy

Akan tetapi apabila lahan tersebut secara administrasi memilliki surat misalkan berupa Petok D akan kita kroscek ke BPN Surabaya kalau memang ada bukti bukti ikatan itu adalah sertifikat.

” Tapi kalau kepemilikan itu Petok D nanti kita krosek seperti kita katakan dalam hearing tadi bahwa lahan tersebut bener di buat oleh H Ali Imron turunan dari Petok Induk dan nanti kami akan sidak minggu depan,” kata Endy Suhadi

Sementara itu, Elok Budiono selaku Ketua RW 06 Semolowaru menyampaikan, Permasalahan ini memang cukup lama sekali, kami protes ada bangli di stren kali ataupun sekarang yang terletak di blok O, dimiliki oleh seseorang untuk di peruntukan tempat usaha

“Kami disini mengusulkan kepada dewan Komisi C supaya semua itu dikembalikan seperti semula baik badan kali ataupun untuk fasum,” ucap Elok Budiono

Puluhan tahun camat Sukolilo dan Lurah Semolowar tidak bisa menyelesaikan hal ini, sehingga kami merasa Wakil dewanlah bisa menyelesaikan masalah ini, makanya kami datang kesini supaya ada solusi terbaik untuk kami sehingga warga itu tidak resah.

” disinggung masalah kepemilikan yang di klaim oleh saudara H. Ali Imron, dirinya mengatakan sekitar bulan pebruari 2022, kami diundang sebanyak tiga kali oleh BPN Surabaya, ” beber dia.

Kemudian Ali Imron mengajukan surat untuk mediasi dan ketemu kami untuk masalah hak kepemilikan, akan tetapi didalam point point surat tersebut itu masih dalam sengketa, sehingga BPN Surabaya tidak bisa membuat sertifikatnya

Dikarenakan masih sengketa jadi tidak akan timbul sertifikat, mulai timbul tahun 2010 sampai saat ini, seandainya itu masih milik Ali Imron sudah menjadi sertifikat,

Makanya karena mentok di situ, maka kami kedewan, Dikarenakan dinas terkait tidak bisa memberi jawaban tentang hal itu, ” tutup Elok Budiono selaku ketua RW.06 Kelurahan Semolowaru Surabaya.

Dn

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY