BPBD Jatim Kawal Kesehatan Jemaah Haji Agar Bebas Covid-19

0
156
Jemaah Haji
Gubernur Jawa timur Khofifah lndar Parawansa secara langsung menyambut kedatangan para Jemaah haji kloter pertama di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Gubernur Jatim Khofifah lndar Parawansa Sambut Kedatangan Para Jemaah Haji Kloter Pertama di Surabaya

SURABAYA, Nawacita – Masih adanya Covid-19 diantisipasi serius Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Termasuk dalam menyambut kedatangan Jemaah Haji Tanggal 17 Juli hingga 13 Agustus 2022. Satgas Pencegahan Covid-19 Provinsi Jawa Timur termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak bersama.

Seperti diketahui, tahun ini total jemaah haji 1443 H debarkasi Surabaya yang tiba di Bandara Juanda Jawa Timur berjumlah 16.968 orang pada 17 Juli sampai 13 Agustus mendatang. Diawali Minggu kemarin, (17/7) sebanyak 450 jemaah haji kloter pertama debarkasi Surabaya 1443 H/2022 tiba di Jatim melalui Bandara lnternasional Juanda.

Gubernur Jawa timur Khofifah lndar Parawansa secara langsung menyambut kedatangan para Jemaah haji kloter pertama di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Kehadiran Khofifah memantau jalannya skrining kesehatan sekaligus swab an­tigen bagi semua jemaah haji. Begitu tiba di bandara, jemaah haji diarahkan ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, untuk dilakukan skrining kesehatan sekaligus swab antigen. Kemudian pemeriksaan suhu tubuh dan tes usap antigen. Khusus yang hasil tes antigennya positif atau memiliki gejala, dilakukan swab PCR. “Bagi yang suhu badannya di atas 37,5 derajat Celsius atau memiliki gejala batuk, pilek, pusing akan dilakukan PCR,” kata Gubernur Khofifah.

Data terbaru Kamis 20/7/2022, Jemaah haji yang sudah datang di Asrama Haji Surabaya kini mencapai Kloter 6. Dengan total sebanyak 2695 jemaah. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya mencatat ada 17 jemaah haji yang terkonfirmasi positif Covid-19. Jamaah positif tetap diantar kembali ke rumah masing-masing dengan mobil tersendiri dari Pemprov Jatim untuk segera dilakukan isolasi. Mereka juga dimonitor Dinkes dan puskesmas setempat.

“Bagi jemaah haji yang dinyatakan negatif antigen, bisa kembali ke rumah masing-­masing. Termasuk mereka yang hendak melakukan ziarah haji, tetap bisa melaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Mohon tetap menggunakan masker dan menjaga protokol kesehatan,” pinta Khofifah.

Monitoring Kondisi Jamaah di daerah Asal Selama 21 Hari
Pemeriksaan kesehatan bagi jemaah haji ini, kata Khofifah dilakukan secara terintegrasi oleh kantor Kesehatan Pelabuhan KKP), Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji PPIH Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, BPBD Jatim dan petugas yang tergabung dalam Satgas Covid-19 serta tim PPLN dari TNI dan Polri.

Baca Juga: Konjen Australia Apresiasi Inovasi Layanan Pembelajaran Kebencanaan BPBD Jatim

Sesuai arahan menteri kesehatan, bagi jemaah haji yang belum vaksinasi booster. Tim Booster maupun vaksinnya telah stand by disiapkan Dinas Kesehatan Provinsi Jatim. “Bagi seluruh Jemaah haji yang tercatat belum melakukan vaksinasi booster, diwajibkan mendapat suntikan booster sebelum kembali ke daerah masing-masing,” jelas Khofifah.

Jemaah haji
Tim BPBD Jatim melakukan penyemprotan disinfeksi pada barang bawaan Jemaah haji.

Lebih lanjut, dalam rangka membatasi persebaran Covid-19, pemerintah telah membekali hai kartu kewaspadaan kesehatan jemaah haji (K3JH). Kartu tersebut kata Khofifah, dibagikan dalam rangka memantau kesehatan jemaah haji selama 21 hari setelah pulang dari Tanah Suci. “Sepulangnya haji ke tanah air, harus di monitor oleh puskesmas di masing-masing daerah,” imbuhnya.

Pemeriksaan kesehatan kepada para jemaah haji setiba di tanah air terebut merupakan agenda wajib. Hal itu sesuai dengan surat Edaran No 22 tahun 2022 oleh Satgas Penanganan Covid-19 tentang protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang diterbitkan BNPB tertanggal 8 Juli 2022.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Drs Budi Santosa memaksimalkan peran untuk pencegahan Covid-19 bagi Jemaah Haji. Pihaknya menerjunkan tim BPBD khusus penanganan kepulangan jemaah haji untuk turut berperan serta dalam melakukan pemeriksaan kesehatan dan langkah lain terkait jemaah haji. Budi menuturkan, dalam hal ini tim BPBD Jatim yang akan melakukan penyemprotan disinfeksi. “Disinfeksi akan dilakukan pada barang bawaan Jemaah. Hal ini untuk mengantisipasi adanya virus yang bersarang disana,” ujarnya.

Tak hanya barang bawaan, disinfeksi juga dilakukan di bus yang membawa Jemaah. Bus akan disemprot disinfektan sebelum dan sesudah digunakan penjemputan. Selain itu, tim BPBD bakal siaga di tempat kedatangan jemaah haji. Tim BPBD berkomitmen menjalankan instruksi Gubernur Khofifah untuk selalu disiplin menegakkan protokol kesehatan (Prokes). Untuk itu BPBD akan ikut mengawasi atau monitoring jemaah haji aga selalu taat Protokol Kesehatan. “Kami ingin semua jemaah Haji Jawa Timur terbebas dari covid-19. Kami juga mendoakan para jemaah haji yang pulang ke tanah air menjadi haji mabrur, sehat dan penuh keberkahan,” pungkas Budi Santosa. adv

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY