Skrining Kesehatan disarankan agar Mengetahui Potensi Risiko Penyakit Sedini Mungkin

0
171
Eka Wahyudi, Kabid PMP BPJS Kesehatan Kota Surabaya

Surabaya | Nawacita – BPSJ Kesehatan cabang kota Surabaya menggelar acara Media Gathering Kesehatan bersama para jurnalis media Surabaya, rabu 29 Juni 2022.

Agendanya dengan memberikan paparan materi serta info tentang sosialisasi terkait digitalisasi kemudahan layanan dengan menggunakan NIK sebagai Indentitas peserta program JKN – KIS Serta kebijakan kewajiban skrining riwayat kesehatan peserta JKN – KIS yang mana dapat di unduh melalui Aplikasi di android yang bernama  MOBILE JKN, Rabu, 29/06/2022.

Eka Wahyudi, Kabid PMP BPJS Kesehatan Kota Surabaya menyampaikan, Tes Skrining riwayat kesehatan ini perlu dilakukan agar Peserta Mobile JKN dapat mengetahui potensi risiko penyakit kronis sedini mungkin sehingga dapat dicegah, agar tidak terjadi penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, Gula darah, Hipertensi dan ginjal

Jadi kalau tidak dilakukan tes skrining riwayat kesehatan penangananya itu menjadi terlambat, yang seharusnya bisa ditangani lebih awal, harus dilakukan pengecekan rutin Skrining kesehatan setiap bulannya ,” ucap Eka wahyudi

Untuk target kami di tahun 2022, cabang Surabaya sebesar 260.478 ribu peserta yang terdaftar di Fasilitas kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) namun baru tercapai sebesar 34.668 ribu peserta atau sebesar 13.30%,

“Memang kendalanya masih belum ada kesadaran dari sisi Peserta JKN KIS untuk melakukan skrining kesehatan secara mandiri, sehingga memang perlu kegiatan sosialisasi secara masif,” terangnya

lebih lanjut, sosialisasi ini sudah dilakukan ke semua Faskes Primer yang ada di Surabaya, jadi ada total 222 FKTP sudah melakukan sosialisasi termasuk disitu ada asosiasi klinik kemudian dinas sosial juga turut terlibat, karena memang harus secara masif untuk kegiatan sosialisasi.

” Pelaksanaan skrining kesehatan tidak harus melalui Mobile JKN, tetapi bisa ketika peserta datang memeriksa di FKTP, memang ada waktu 10 menit untuk melakukan pemeriksaan skrining dan langsung bisa ke pelayanan.

Untuk target kita di tahun 2022, kita memang sampai 31 Desember 2022, tetapi upaya yang sudah kita lakukan cukup banyak mulai dari menyurat ke seluruh badan usaha

kemudian ke Pemkot Surabaya terutama di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) disitu ada karyawan dan masyarakat serta dari internal BPJS Kesehatan Cabang Surabaya. Jadi  semua karyawan termasuk tenaga legal juga melakukan tugas skrining kesehatan,” tutup Eka Wahyudi, Kabid PMP BPJS Kesehatan Kota Surabaya

Dn

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY