Jepang Siaga, Kapal Perang China dan Rusia Kelilingi Negeri Sakura

0
80
Jepang Siaga, Kapal Perang China dan Rusia Kelilingi Negeri Sakura

JAKARTA, Nawacita – Jepang kini dalam siaga tinggi. Pasalnya kehadiran sejumlah kapal perang pasukan Rusia dan China meningkat di dekat wilayah Negeri Sakura tersebut. Sebanyak tujuh kapal perang Rusia terlihat bergerak ke selatan di lepas pantai pulau Hokkaido serai pekan lalu.

Mereka melewati Kepulauan Izu yang tidak berpenghuni, menurut laporan Japan Times yang dikutip Newsweek, Senin (20/6/2022). Staf Gabungan Jepang membenarkan hal ini. Bahwa kapal asing tersebut dipantau oleh kapal dan pesawat dari Pasukan Bela Diri Maritim.

“Terlepas dari kekhawatiran tersebut, tidak ada kapal perang tersebut yang ditemukan benar-benar memasuki perairan Jepang. Mereka juga tidak terlihat melakukan tindakan berbahaya,” tambah media itu lagi.

Baca Juga: Kapal Militer Rusia Terlihat di Lepas Pantai Jepang

Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan mungkin kapal yang terlihat di dekat perairan negara itu terkait latihan pelatihan skala besar kapal perang Rusia di Samudra Pasifik. Namun hal itu belum dikonfirmasi.

Jepang Siaga, Kapal Perang China dan Rusia Kelilingi Negeri Sakura.

Staf Gabungan juga mengumumkan bahwa, pada waktu yang hampir bersamaan, dua kapal perusak rudal China terlihat melewati laut Jepang. Kapal itu dari Selat Tsushima menuju ke Laut Okhotsk.

Mengutip laman yang sama, ini bukan kali pertama, kapal Rusia dan China terlihat di dekat perairan Jepang. Kapal keduanya juga sempat terlihat juga Oktober 2021. Khusus Jepang dan Rusia, ketegangan antara keduanya memang tengah meningkat sejak April. Ini terjadi ketika Rusia memperingatkan potensi pembalasan jika kapal Jepang dan Amerika Serikat (AS) terus menjalankan latihan angkatan laut di dekat perairan Rusia.

Pernyataan dibuat oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Igor Morgulov. Latihan ini dikenal sebagai “Naga Tegas” yang melibatkan lebih dari 4.000 anggota militer. “Kami melihat tindakan seperti itu oleh pihak Jepang sebagai ancaman bagi keamanan negara kami,” kata Morgulov kepada kantor berita milik negara RIA Novosti.

“Kami secara langsung memperingatkan Tokyo tentang hal ini melalui saluran diplomatik. Mereka harus siap dengan kenyataan bahwa jika praktik semacam itu berkembang, Rusia akan mengambil tindakan pembalasan demi memperkuat kemampuan pertahanannya,” tambahnya

Sebelum pernyataan dari Rusia ini, Jepang dan AS telah mengadakan sekitar 10 latihan angkatan laut bersama setelah serangan Kremlin ke Ukraina. Hubungan Jepang dan Rusia juga tak ramah sejak Negeri Sakura menjatuhkan sanksi ke Moskow karena perang Ukraina.

Jepang sendiri memiliki hubungan ekonomi kuat dengan China melalui “Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional”. Namun kedua negara tegang karena perebutan pulau Senkaku, yang diakui Jepang, tapi juga diklaim China dengan nama Diaoyu.

cnbnws.

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY