Profil Buya Syafii Maarif, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah yang Meninggal Dunia

0
493
Buya Syafii Maarif

JAKARTA, Nawacita – Simak profil Buya Syafii Maarif pendiri Maarif Institute yang meninggal dunia hari ini lengkap dengan umur, nama asli, hingga perjalanan karir. Tokoh cendekiawan muslim dan ulama Buya Syafii Maarif berpulang pada hari ini, Jumat, 27 Mei 2022 pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir turut mengucapkan rasa duka dan kehilangan atas meninggalnya Buya Syafii Maarif yang merupakan pendiri Maarif Institute.

“Semoga beliau husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni kesalahannya, dilapangkan di kuburnya, dan ditempatkan di jannatun na’im. Mohon dimaafkan kesalahan beliau dan do’a dari semuanya,” kata Haedar Nasir dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.

Profil Buya Syafii Maarif

Buya Syafii Maarif yang memiliki nama asli Ahmad Syafii Maarif merupakan tokoh Islam dan ulama kelahiran Nagari Calau, Sumpur Kudus, Minangkabau 31 Mei 1935 silam. Ia meninggal di usia 87 tahun. Di tahun 1942 Buya Syafii Maarif menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat dan belajar agama Islam di Madrasah Muhammadiyah.

Di tahun 1953 saat berusia 18 tahun Buya Syafii Maarif merantau ke Yogyakarta. Ia berniat meneruskan pendidikan di Madrasah Mualimin namun tidak terwujud karena pihak sekolah mengatakan kelas sudah penuh.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Singkat Berdirinya Muhammadiyah

Gagal menjadi murid, Buya Syafii Maarif justru diangkat menjadi guru bahasa Inggris dan bahasa Indonesia namun tidak lama. Usai menjadi guru ia pun bisa duduk sebagai murid di Mualimin Yogyakarta. Semasa sekolah ia aktif di organisasi Hizbul Wathan dan menjadi pemimpin redaksi majalah Sinar.

Setelah tamat sekolah, Buya Syafii Maarif tidak melanjutkan ke jenjang kuliah dikarenakan ayahnya meninggal dan tidak memiliki biaya. Ia pun berangkat ke Lombok untuk menjadi guru di sekolah Muhammadiyah di daerah Pohgading. Setelahnya ia baru masuk ke Universitas Cokroaminoto dan meraih gelar sarjana muda.

Buya Syafii Maarif pun melanjutkan pendidikan di Fakultas Keguruan Ilmu Sosial IKIP yang sekarang berubah menjadi Universitas Negeri Yogyakarta. Selama kuliah Buya Syafii Maarif sempat bekerja menjaga toko, menjadi guru honorer, hingga redaktur Suara Muhammadiyah dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia.

Buya Syafii Maarif pun melanjutkan pendidikan ilmu sejarah dengan mengikuti Program Master di Departemen Sejarah Universitas Ohio, AS. Dia pun mendapatkan gelar doktor dari Program Studi Bahasa dan Peradaban Timur Dekat, Universitas Chicago, AS.

Perjalanan Karir

Semasa hidup Buya Syafii Maarif berkecimpung di organisasi Muhammadiyah dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ke-13 menggantikan Amien Rais di tahun 1998 hingga 2005.

Selain itu ia juga merupakan Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP) dan pendiri Maarif Institute. Buya Syafii Maarif mendirikan Maarif Institute di tahun 1983 dengan tujuan mengenalkan pemikiran-pemikiran toleransi, kebangsaan, keislaman hingga sosial.

Riwayat Pendidikan Buya Syafii Maarif

  • SR Negeri Sumpur Kudus, Sumatera Barat (1947)
  • Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Sumpur Kudus, Sumatera Barat
  • Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Lintau, Sumatera Barat
  • Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, Yogyakarta (1956)
  • BA, Fakultas Sejarah dan Kebudayaan Universitas Cokroaminoto Surakarta (1964)
  • S1, Jurusan Sejarah, IKIP Yogyakarta (1968)
  • S2, Jurusan Sejarah, Ohio University, Athens, Ohio, AS, (MA, 1980)
  • S3, Pemikiran Islam, Universitas Chicago, Amerika Serikat, (Ph.D, 1983)

Karier Buya Syafii Maarif

  • Guru di Sekolah Muhammadiyah, Lombok Timur, NTB (1957-)
  • Guru Bahasa Inggris dan Indonesia SMP di Baturetno, Surakarta (1959-1963)
  • Guru Bahasa Inggris dan Indonesia SMA Islam Surakarta (1963-1964)
  • Dosen Sejarah dan Kebudayaan Islam Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (1964-1969)
  • Dosen IKIP Yogyakarta (1967-1969)
  • Asisten dosen paruh waktu Sejarah dan Kebudayaan Islam di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta (1969-1972)
  • Asisten Dosen Sejarah Asia Tenggara IKIP Yogyakarta (1969-1972)
  • Dosen paruh waktu Sejarah Asia Barat Daya IKIP Yogyakarta (1973-1976)
  • Dosen senior Filsafat Sejarah IKIP Yogyakarta (1983-1990)
  • Profesor tamu di University of Iowa, AS (1986)
  • Dosen senior (paruh waktu) Sejarah dan Kebudayaan Islam IAIN Kalijaga, Yogyakarta (1983-1990)
  • Dosen senior (paruh waktu) di UII Yogyakarta (1984-1990)
  • Dosen senior (paruh waktu) Sejarah Ideologi Politik Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta (1987-1990)
  • Dosen senior (pensyarah kanan) di Universitas Kebangsaan Malaysia (1990-1994)
  • Dosen senior Filsafat Sejarah IKIP Yogyakarta (1992-1993)
  • Profesor tamu di McGill University, Kanada (1992-1994)
  • Profesor Filsafat Sejarah IKIP Yogyakarta (1996)
  • Wakil Ketua PP Muhammadiyah (1995-1998)
  • Ketua PP Muhammadiyah (1998-2000)
  • Ketua PP Muhammadiyah (2000- 2005)
  • Pengurus Masyarakat Sejarawan Indonesia
  • Pemimpin Redaksi majalah Suara Muhammadiyah Yogyakarta (1988-1990)
  • Anggota Staf Ahli jurnal Ummul Qur’an (1988)
  • MAARIF Institute for Culture and Humanity (2002)
  • Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP)

Demikian profil Buya Syafii Maarif pendiri Maarif Institute yang meninggal dunia hari ini lengkap dengan umur, nama asli, hingga perjalanan karir.

pkrtnws.

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY