Pimpinan DPR Minta Kementerian Kesehatan Antisipasi Kasus Hepatitis Misterius

0
117
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad

Jakarta, Nawacita – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera antisipasi munculnya penyakit hepatitis akut misterius yang ditemukan di Indonesia.

“Saya minta komisi teknis terkait dalam hal ini Komisi IX untuk melakukan koordinasi dengan mitranya Kementerian Kesehatan untuk mencari tahu sebab-sebab atau hal menimbulkan soal hepatitis ini,” kata Dasco, saat diwawancarai di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (09/05/2022).

Lebih lanjut, Dasco mengatakan, agar penyebaran hepatitis tidak meluas seperti Covid-19. Oleh karenanya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu, meminta Kementerian Kesehatan serius dalam menangani kasus penemuan hepatitis akut misterius tersebut.

“Mudah-mudahan hepatitis ini tidak seperti Covid-19, tidak menjalar di pandemi dan kita minta Kemenkes untuk lebih serius menangani masalah ini,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, terdapat 15 kasus hepatitis akut di Indonesia hingga hari ini, Senin (9/5/2022).

Baca Juga: Kemenkes Sebut ada 15 Kasus Diduga Hepatitis Akut Misterius

Budi mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada semua rumah sakit dan dinas kesehatan untuk melakukan pengawasan surveilans terkait dengan kasus ini per 27 April 2022.

Hal tersebut dilakukan empat hari sesudah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan adanya wabah hepatitis akut tersebut di Eropa pada 23 April 2022.

“Sampai hari ini kondisi di Indonesia ada 15 kasus,” ujar Budi dalam konferensi pers evaluasi PPKM yang dilakukan secara virtual.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sehari yang lalu, di mana Kemenkes menyebut terdapat empat kasus dugaan penularan hepatitis akut di Indonesia.

Ia pun mengungkapkan, hingga hari ini, jumlah kasus hepatitis akut terbanyak terjadi di Inggris, yakni sebanyak 115 kasus. Selain itu, kasus ini juga terjadi di Italia, Spanyol, dan Amerika Serikat.

Budi mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat dan Inggris usai Idul Fitri. Namun, belum ada jawaban pasti terkait kasus hepatitis akut misterius ini.

“Dan kami sudah mendapatkan informasi, kesimpulannya belum bisa dipastikan virus apa yang 100 persen menyebabkan adanya penyakit hepatitis akut ini,” ujar Budi.

Penulis: Alma Fikhasari

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

LEAVE A REPLY