Rusia Selidiki Kebakaran Depot Minyak di Perbatasan Ukraina

0
85
Rusia Selidiki Kebakaran Depot Minyak di Perbatasan Ukraina

JAKARTA, Nawacita – Rusia tengah menyelidiki penyebab kebakaran besar di sebuah depot penyimpanan minyak di Bryansk, 145 kilometer dari arah timur laut perbatasan Ukraina. Dalam rekaman tak terverifikasi yang beredar di media sosial, terdengar dua ledakan disusul kobaran api.

Satu video lainnya memperlihatkan api berkobar di sekitar gudang besar berisi bahan bakar. Satu rekaman lainnya memperlihatkan kebakaran di tempat lain di kota yang sama.
Dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 26 April 2022, Kementerian Situasi Darurat Rusia mengatakan tidak ada korban jiwa dari insiden tersebut.

Melalui sebuah pernyataan, pihak kementerian mengatakan bahwa kebakaran terjadi di fasilitas milik perusahaan pipa minyak Transneft pada Senin dini hari, pukul 02.00 waktu Moskow. Penduduk Bryansk, yang berjumlah 400.000 orang, tidak perlu dievakuasi.
Baca Juga: Inilah Alasan Rusia Ingin Kuasai Ukraina 

Kementerian Energi Rusia menyampaikan bahwa insiden ini tidak menimbulkan ancaman terhadap persediaan solar dan bensin di wilayah Bryansk, karena stok bahan bakar masih mencukupi. Tingkat keparahan kebakaran tersebut tengah diselidiki.

Sejauh ini, tidak ditemukan indikasi bahwa peristiwa ini berkaitan dengan Ukraina. Namun, ada spekulasi di media sosial yang menyebut kebakaran ini merupakan akibat dari serangan rudal Ukraina.

Ukraina masih bertahan membendung serangan Rusia sejak Presiden Vladimir Putin mengerahkan pasukannya ke negara tersebut pada 24 Februari. Putin menyebut invasi ke Ukraina sebagai sebuah operasi militer khusus.

Pekan lalu, otoritas Rusia mengatakan bahwa sebuah helikopter Ukraina menabrak bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal di Bryansk, menewaskan setidaknya tujuh orang. Kementerian Pertahanan Ukraina tidak memberikan tanggapan mengenai peristiwa tersebut.

mdcmnws.

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

LEAVE A REPLY