Lebih Baik Dapat Bantuan atau Harga Minyak Turun?

0
61
Trina warga penerima BLT Minyak Goreng.

Jakarta, Nawacita – Pemerintah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng kepada masyarakat imbas dari kenaikan harga minyak goreng di pasar. Presiden Joko Widodo mengatakan bantuan tersebut akan diberikan senilai Rp 100 ribu per KPM selama tiga bulan yakni April, Mei, Juni. 

Salah satu warga penerima BLT minyak goreng Trina Asturi dari Cipinang, Jakarta merasa terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Pasalnya, minyak goreng sangat diperlukan sehingga dengan adanya bantuan dapat meringankan bebannya.

“Senenglah bisa mengurangi beban kita. Apalagi suami saya tidak kerja karena kena pengurangan pas Covid-19. Udah gitu suami saya juga sakit jantung. Jadi saya merasa senanglah dapat bantuan ini,” kata Trina, saat diwawancarai di Jakarta, Jumat (22/04/2022). 

Ia menyebut, bantuan tersebut nantinya akan dia pergunakan untuk keperluan menjelang hari raya Idul Fitri nanti. 

“Beli minyak goreng, rencananya juga mau digunakan untuk peralatan lebaran, terigu, minyak, telur,” ungkapnya. 

Namun, ia tetap berharap agar harga minyak goreng di pasar secepatnya stabil kembali. Sebab, kebutuhan minyak goreng diperlukan setiap hari. 

“Mendingan harga turunlah. Soalnya minyak butuh setiap harinya. Kalau harga minyak tinggi ini ga cukup untuk sebulan,” ucap Triana. 

Tak hanya itu, untuk bantuan senilai Rp 100 ribu ia merasa tidak cukup untuk membeli minyak goreng di pasar. Untuk saat ini, harga minyak goreng kemasan mencapai Rp 50.000 dan minyak curah mencapai Rp 20. 000 per liter. 

“Ga cukuplah. Lebih baik turun (harga minyak goreng),” ujarnya. 

“Biasanya saya beli botolan, tapi karena lagi mahal jadi saya beralih ke curah. Yang penting bisa buat goreng-goreng. Nggak langka, cuma mahal aja. Kaya biasanya 14.000 jadi 20.000 per liter. Ga curah bisa 50.000 lebih,” imbuhnya. 

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi memberikan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng senilai Rp 300 ribu kepada sejumlah masyarakat. 

Bantuan ini diberikan sebagai dampak dari lonjakan harga minyak kelapa sawit di pasar internasional. Pemerintah merasa perlu meringankan beban masyarakat dengan memberikan bantuan. 

Bantuan ini akan diberikan kepada 20,5 juta keluarga yang termasuk dalam penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), serta 2,5 juta PKL yang berjualan gorengan. 

“Adapun bantuan yang diberikan sebesar Rp 100 ribu rupiah setiap bulannya, pemerintah akan memberikan bantuan tersebut untuk 3 bulan sekaligus yaitu April, Mei, dan Juni yang akan dibayarkan di muka pada bulan April 2022 sebesar Rp 300 ribu rupiah,” kata Presiden Joko Widodo. 

Penulis: Alma Fikhasari

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

LEAVE A REPLY