Luncurkan Permenko PMK Tentang RAN PIJAR Demi Kesejahteraan Anak dan Remaja

0
205
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy

Jakarta, Nawacita – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meluncurkan Permenko PMK Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Aksi Nasional Peningkatan Kesejahteraan Anak Usia Sekolah dan Remaja (RAN PIJAR), Selasa (19/04/2022).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan berbagai kompleksitas masalah anak usia sekolah dan remaja saat ini memerlukan penanganan yang komprehensif dari pemerintah dan seluruh kekuatan lembaga swadaya masyarakat untuk bertanggung jawab atas masa depan bangsa Indonesia.

Dengan adanya peluncuran RAN PIJAR ini menjadi salah satu langkah maju dan komitmen pemerintah Indonesia agar mengatasi permasalahan anak usia sekolah dan remaja serta dapat mengambil manfaat dan bonus demografi yang akan berakhir sekitar tahun 2030.

“Kami berharap kepada seluruh pimpinan daerah dan juga kementerian terkait dan tentu saja lembaga-lembaga pendidikan, lembaga-lembaga layanan sosial yang berkaitan dengan remaja dan usia sekolah ini bisa betul-betul bekerja dengan penuh kesungguhan,” kata Muhadjir dalam acara Peluncuran Permenko PMK Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Aksi Nasional Peningkatan Kesejahteraan Anak Usia Sekolah dan Remaja (RAN PIJAR) di The Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (19/4/2022).

RAN PIJAR nantinya bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan dan gizi Anak Usia Sekolah dan Remaja; memastikan Anak Usia Sekolah dan Remaja memiliki kesempatan untuk dapat berkontribusi positif di keluarga, masyarakat, dan lingkungannya 

Kemudian, menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan Anak Usia Sekolah dan Remaja; meningkatkan akses ke pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan keterampilan Anak Usia Sekolah dan Remaja; dan meningkatkan agensi dan ketahanan Anak Usia Sekolah dan Remaja terutama di bidang kesehatan reproduksi.
Muhadjir menyebut, saat ini terdapat beberapa permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian bersama diantaranya pertama tentang kesehatan dan gizi berdasarkan Riskesda 2018 anak usia sekolah dan remaja yang tidak sarapan sebanyak 41 persen.

“Anemia 32,0 persen, aktivitas kurang dan pola makan yang tidak sehat 58,3 persen. Serta satu dari 10 pemuda usia 15-24 tahun memiliki gangguan mental emasional, dan obesitas umur 7-12 sebanyak 12 persen,” ungkapnya.

Selain itu diketahui dari data BNN 2019 sebanyak 3,2 persen kalangan pelajar dan mahasiswa di Indonesia menggunakan Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA).

“Lalu, kekerasan di sekolah, di rumah dan lingkungan sekitar adalah isu yang perlu segera diatasi karena diketahui bahwa 20 persen remaja usia 13-17 tahun pernah mengalami perundungan,” ucap Muhadjir.

Oleh karena itu, Muhadjir berharap adanya RAN PIJAR mampu mengatasi segala permasalahan yang terjadi pada anak usia sekolah dan remaja. Dan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan melindungi dari segala permasalahan.

“Agar cita-cita untuk membawa remaja kita yang kelak pada akhirnya akan memimpin bangsa Indonesia ini akan betul-betul berhasil seperti yang kita harapkan bersama,” imbuhnya.

Turut hadir dalam peluncuran tersebut, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, Menteri Kesehatan Budi Gunadi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati dan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo.

Penulis: Alma Fikhasari

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY