Ini Jawaban Airlangga Soal Larangan Jokowi Bicara Penundaan Pemilu

0
226
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Jakarta, Nawacita – Presiden Joko Widodo sudah tegas meminta kepada para menterinya untuk tidak menggaungkan wacana penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Menko Perekonomian Airlangga  Hartarto sebagai salah satu yang sempat mengaungkan wacana ini menyebut apa yang disampaikan Presiden Jokowi terkait larangan tersebut sudah jelas dan tegas untuk dipahami.

“Itu saya rasa, itu sudah jelas,” kata Airlangga, saat diwawancarai di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (07/04/2022).

Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan, tak perlu lagi yang perlu  ditanggapi terkait larangan Presiden Jokowi tersebut. Ibarat rancangan undang-undang, hal tersebut sudah jelas dan terang benderang.

“Kalau di dalam RUU itu, normanya jelas. Penjelasannya tidak perlu,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengapresiasi atas pernyataan tegas yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar para menteri berhenti membicarakan wacana penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden

Ia menilai bahwa pernyataan presiden tersebut merupakan hal yang baik. Apalagi wacana ini terus muncul dan menuai polemik ditengah masyarakat.

“Pernyataan Presiden Jokowi larang para menteri bicara penundaan (pemilu) atau perpanjangan (masa jabatan presiden) itu baik,” tuklis Hidayat Nur Wahid, dalam akun Twitter pribadinya, Kamis (07/04/2022).

Lebih lanjut, ia menyebut pernyataan ini akan menjadi lebih baik jika ada langkah nyata dari pembantu Jokowi dalam menaati perintah atasan.

Dengan, memastikan bahwa para menteri akan menaati larangan dari presiden untuk tidak lagi mewacanakan penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden dengan memberikan sanksi tegas kepada menteri yang melanggar.

“Dan bila ada yang melanggar dengan dalih apapun, diberi sanksi,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY